1Shares
WIJAYA KUSUMA S

historical adventure of W.K.

Wijaya Kusuma adalah seorang pekerja profesional yang punya kegemaran otomotif sejak kecil, awal mula nya dia terlibat dalam kegiatan Rally saat dia masih berada di bangku SMA (1982) saat itu dia mengikuti rally Green Sand dengan honda civic,  Kemudian dia mencoba membangun mobil kijang dengan mesin 2TGE, dulu mesin 2 TGE adalah mesin rally yang populer pada jaman itu. Dulu masih jarang yang mengganti engine (1987).  Kemudian dia sempat mengganti mobil rallynya dengan Nissan B 310 (1989).  memang prestasinya belum bersinar saat itu,  Namun setelah lulus kuliah justru membuatnya berhenti sejenak untuk fokus bekerja di perusahaan perminyakan nasional.  Baru kemudian pada tahun 1990 Jaya mencoba lagi bermain 4×4,  beruntung saya bertemu dengan Rudhanton yang saat itu adalah rajanya Jimny, dia mengajak saya bergabung dalam satu team, Yakni Suzuki Sport Indonesia. Dhanton dulunya adalah penggiat Jimny Club  mungkin saat itu club pertama kali didirikan yang khusus suzuki Jimny.  Disitu saya satu team dengan Suhardi Kancil, Tommy Ernawan, Andre (almarhum), dan Hendrik Badu beberapa tahun bergabung dengan team ini  dan kemudian pecah  akhirnya saya bergabung dengan Falken Offroad (Andi Budianto) distributor ban Falken dan sempat memperoleh juara 2 di Tranka Offroad Bali 1992. tahun 1996 offroad sempat mati suri, Jaya akhirnya mendirikan club 4XFUN,  di Jakarta mati suri, tapi didaerah justru berkembang. Akhirnya saya justru bertanding ke daerah. Ikut Marlboro Speed offroad di tuntungan tahun 1999 pernah juara Umum 3, Kemudian Sibolangit adventure Juara 1 dan Best Performance dan event lainnya. Tahun 1999 saya mendirikan IOF dengan 14 rekan club offroad lainya diantaranya :

  • Yuma Wiranatakusumah – ORD
  • Hari Irawadi – SCO
  • Bimo Wijat Moko Karsono – PORTRACER
  • Wijaya Kusuma – 4XFUN
  • Syamsir Alam  – SAMS
  • Yola Daniel Zebedeus – FADWORKS
  • Johny Lintau – ORD
  • Hari Sanusi – IOC
  • Hidayat – JAJ
  • Hendrik Badu – SSI
  • Justinus Sjahlim – Roma
  • Rd Iskandar Surya Satjakusumah (Daday) – JAJ
  • Ismail Johan – Roma
  •  

Setelah tahun 1999 saya lebih aktif di kegiatan adventure offroad dan Soda Race (offroad yang dilepas berbarengan) yang digagas oleh Moko Karsono. Sayang Moko sekarang sudah tidak aktif lagi membuat kegiatan offroad. Padahal dulu dia salah satu yang aktif membuat event offroad racing. 

Jaya ikut offroad series Nusantara dan Diplomat Challenge yang menjadi cikal bakal IOX sekarang  mulai dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2006 dan Terakhir ikut adventure offroad yang dibuat oleh Tinus Roma di Ciater tahun 2009. Setelah itu saya sudah tidak aktif lagi. 

Namun demikian yang namanya hobby tidak bisa berhenti begitu saja, walaupun saya mencoba berhenti dan mengalihkan ke kegiatan motor, tapi andrenalin untuk ikut offroad selalu saja muncul.

Saya mencoba beralih ke motor mulai tahun 2000, pernah ikut adventure offroad roda dua track Gundala bersama pak Al Hilal Hamdi mantan Menaker Trans, Tommy Ernawan, Didi Arifin, Rudy Poa, Freddy, Hendra Tenaya. Setelah itu pernah mendirikan toko motor dengan nama Downeys Dirtbikes yang menjual aksesoris motor trail. 

Namun beberapa kali kecelakaan mengakibatkan saya mengurangi kegiatan offroad adventure roda dua.  Saya mencoba beralih ke touring manca negara. Sudah puluhan negara diantarnya mulai Eropa Barat, Eropa Timur, Jepang, Singapore dan Malaysia dan Australia sudah saya kunjungi bahkan Himalaya sudah saya jelajahi sebanyak dua kali.  Memang saya suka sekali dengan sesuatu yang berbau andrenalin padahal saya sebenarnya takut dengan ketinggian hahaha.

Hampir saya putuskan berhenti berkegiatan offroad adventure dan menghabiskan waktu dengan berkelana keluar negeri dengan sepeda motor. Namun tahun 2018 saya iseng mengunjungi acara Asia Cross Country Rally di Phnomphen dimana justru pengikutnya adalah senior age. Ini yang memacu saya untuk kembali membangun mobil dan mencoba peruntungan di Asia Cross Country 2019. Apalagi setelah mengamati bahwa yang ikutan AXCR adalah peserta dengan usia matang. Sebut saja Kenjiro Shinozuka yang berumur 71 tahun, Ikuo Hanawa kepala 5 dan masih banyak lagi.  Oleh karena itu “Tidak ada kata tidak mungkin sebelum kita mencobanya”.

 

HIMALAYA - ANNAPURNA RANGE 2016

WhatsApp chat