20Shares
MOTOR BESAR, GIMANA MENNGENDARAINYA

TIDAK ADA RUANG UNTUK KESALAHAN BAGI PENGENDARA MOTOR

AXCR2019.COM– Tidak sedikit orang membeli sepeda motor hanya untuk bergaya. Buntutnya pemilik sepeda motor tidak mengerti cara mengoperasikan fitur dan fungsi yang ada. Resiko kecelakaan menjadi sangat besar dan membahayakan pengemudinya sendiri .Agar terhindar dari hal tersebut, sebelum membeli, pastikan dulu jenis motor yang dipilih harus sesuai dengan peruntukan serta kebutuhan. Pastikan pula anda mengerti cara mengendarainnya.  Direktur Utama ORD Training Center (ordtraining.com)  Wijaya Kusuma Subroto, ditemui saat memberikan pelatihan safety riding “Riding Skill for Life” kepada para driver ojek Gojek dan Grab.

Motor besar mempunyai karakter yang berbeda dengan motor biasa.  Mengendarai moge (motor gede) bagi pemula butuh perlakuan khusus.   Soalnya dari bobot hingga tenaga sangat berbeda jauh dengan motor harian biasa seperti umumnya skutik atau bebek.

“Paling pertama tentu merubah mindset, ketika belajar motor dulu kan nggak mungkin pakai moge, jadi kenalan dulu sama motornya,” seru Wijaya Kusuma Pengurus IMBI DKI Jakarta, sekaligus instruktur ORD Training.com.

Jika sudah mengenali motor yang bakal dikendarai, lalu pahami karakter moge tersebut. Pelajari buku manualnya dan “Biasakan dulu motornya 5 sampai 10 menit, sekalian pahami karakternya, misalnya naik HD posisi tangannya beda dengan naik sportbike,” tutur pria yang akrab disapa Jaya.

Menurut Jaya, selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah posisi tangan saat melakukan rem.  “Perhatikan jarak main rem, soalnya rem penting banget buat menghentikan laju moge,” ungkapnya. Bila sudah mengenali jarak main rem, kita bisa memprediksi tekanan yang harus diberikan pada tuas rem sampai motor bisa berhenti.

Nah terakhir posisi duduk, Jaya menyarankan agar kita selalu dalam posisi badan tegak saat berkendara, terutama saat mengendara.

“Naik moge apapun usahakan selalu tegak dengan posisi paha menempel tangki, selain mengurangi lelah, motor jadi lebih mudah dikendalikan cukup dengan menggerakkan pinggul,” jelasnya.

Dalam pemaparan materi yang diberikan oleh Wijaya Kusuma dari ORD Training Center, pelatihan berjudul Riding Skill for Life, membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan berkendara sepeda motor.

Mereka diberikan pengetahuan teori yang didukung video serta praktik cara berkendara dimulai dari pengecekan motor dilanjutkan dengan teknik melalui rintangan di jalan.

“ Sebagai pengemudi ojek yang setiap hari berkendara di jalan mencari nafkah dan membawa penumpang, tentu harus memiliki pemahaman mengenal motor, peraturan lalu lintas, perlengkapan keselamatan berkendara hingga potensi-potensi bahayanya. Ini yang menjadi perhatian kami untuk pengojek yang jumlahnya tumbuh subur,” sebut Wijaya Kusuma, instruktur ORD yang bersertifikat internasional.

Adapun yang diajarkan kepada mereka antara lain persiapan berkendara menyangkut pengenalan sepeda motor, fungsi komponen dasar (setang, tuas gas, rantai atau belt, rem, ban) serta persiapan sebelum berkendara (kelengkapan berkendara dan perencanaan perjalanan).

“Setiap hari bersentuhan dengan ponsel, jangan pernah mengoperasikannya sambil berkendara, Anda harus berhenti  total di tempat yang aman saat menerima order atau mendapat panggilan. Risiko besar mengancam Anda karena potensi bahaya mengemudi sambil mengoperasikan ponsel itu dua kali lipat serta mengurangi konsentrasi,” tambah Jaya.

Setelah mempelajari persiapannya, peserta pelatihan diberikan modul kedua yakni soal faktor personal berupa penyebab kecelakaan (mental, perilaku, pengetahuan dan keterampilan), pengaruh zat asing (obat resep dokter, narkotika dan alkohol), kondisi fisik, kondisi mental,perilaku berkendara (penggunaan hp, membawa penumpang, membawa barang, patuhi rambu lalu lintas dan marka, hormati pengguna jalan lain.

Modul ketiga yang diajarkan yakni dasar berkendara dan manuver terdiri dari (posisi berkendara, posisi tangan dan kaki, pengaturan kaca spion, blind spot, sudut dan daya pandang, termasuk di dalamnya teknik dasar berkendara mulai pengereman, perpindahan gigi, tikungan, persimpangan, berkendara saat hujan, banjir, malam, kabut.

“Khusus soal blind spot, ini hal paling penting diketahui oleh semua dengan kepadatan lalu lintas di Jakarta. Berkendara di samping atau belakang truk tronton itu memiliki potensi bahay besar. Prinsip berkendara kita adalah SEE (Search yakni melihat pandangan seluas-luasnya, Evaluate untuk evalusia berinteraksi dengan risiko yang bisa terjadi serta Execute mengambil tindakan dengan risiko terkecil,” beber Jaya.

Dan terakhir yang diberikan kepada para pengemudi ojek adalah soal manajemen risiko kecelakaan, bagaimana potensi risiko itu dikurangi.

Kembali mengenai motor besar, Prinsip dasar menggunakan Motor Besar adalah anda harus menguasai motornya bukan anda dikuasai motor. Pastikan anda menggunakan Safety Gear setiap saat dan mengemudi tidak lebih dari 4 jam secara terus menerus.  Konsentrasi tinggi dan badan bugar juga merupakan kunci bahwa anda dapat mengendarai motor dengan aman dan nyaman

Motor itu ibarat pesawat “Tidak ada ruang untuk kesalahan” sekali salah maka anda akan celaka,

Bersambung…

WhatsApp chat