0Shares

Leg 3 AXCR Mae Sot

Kamphaeng Phet. 13 Agustus 2019. Tanggal 12 Agustus 2019 Malam kami menemukan bengkel dalam perjalanan ke hotel di Kamphaeng Phet. Kesempatan ini kami pergunakan untuk memperbaiki mobil, mulai dari perbaikan suspensi kiri belakang, merubah baut roda yang putus dan mengganti bushing bushing yang rusak dan lainnya. Harapannya agar bisa memperbaiki peringkat di Leg 3 sebelum esoknya pindah negara ke Burma

Kami menginap di Chakung Rao.  Kota ini terletak di pegunungan Makanya di Leg 2 kami sempat merasakan sensasi offroad melalui hutan yang rindang. Kami tiba malam hari di Chakung Rao, saat tiba hanya team Saya yang baru sampai. Selebihnya sudah tidur, bahkan HQ sudah tidak ada lagi sehingga kami rada kerepotan dalam urusan penginapan hotel. Beruntung buku Road Book buat besok sudah dipegang oleh Fathir Muchtar, pembalap motor Indonesia yang paling ganteng.   

Kembali pagi pagi kami sudah keluar hotel menuju tempat start Leg 3.   Mobil sepertinya tidak ada masalah. Bahkan saat di jalan raya mobil rasanya sih sehat sehat saja.

Saya urutan melorot jauh dibawah sehingga kami start hanya 6 kendaraan dari belakang. Masih tersisa team Happy Life yang nasibnya lebih buruk dari Saya. Kemudian team Sakeo yang akhirnya tidak melanjutkan ke Burma. Saat start masih ada team Taiwan, Myanmar dan Korea di belakang saya.

Saya bersyukur tidak dibelakang belakang amat. Kembali setelah motor start semua, gantian kendaraan start.  Entah mengapa setelah hidup kendaraan tiba tiba seperti lost power kekurangan bensin. Saya mulai panik, dan saat hitungan mundur ke 3, mobil kehilangan tenaga sebelum kemudian berhenti hanya 300 meter dari tempat start. 

 

Team service untung masih disitu, kami mencoba melakukan pengecekan, apa kendala matinya mesin, Namun dugaan kami bahwa masalahnya ada di supply bensin. Team service akhirnya mengantarkan navigator saya menuju ke HQ,   Jarak antara kami mogok ke HQ di Centara Maesot Hill sekitar 250 km dengan jalan yang berkelok kelok. Kita perlu ke HQ agar kami bisa tau tentang apa yang terjadi besok dan bagaimana dengan proses nyeberang lintas batas di Myawaddy   Kami kontak ke team Garage Monchi Japind, ternyata mereka sudah finish duluan dan segera menuju hotel.  Saya segera kontak ke Michihara apakah punya cadangan fuel pump karena kami tidak punya cadangan. Ternyata mereka pun tidak membawa cadangan karena menurutnya barang seperti ini jarang rusak. Mobil service saya bertemu dengan mobil service Garage Monchi Japind dan Navigator kami pindah mobil ikut mereka karena Mobil Service saya tadinya mau cari spare part. Karena spare part yang dicari tidak ada akhirnya team memutuskan untuk menyewa derek dan mengirimkannya ketempat kami mogok.  Saya berdua dengan Yasin Fadilah mencoba membongkar tangki dan melihat selang yang ada dikendaraan.  Sepertinya tidak masalah, heran juga kenapa mobil berebet. 

Kami masih terus mencoba menghidupkan mobil  dan hari mulai gelap. Posisi kami mogok terletak di tengah persawahan dan dikejauhan ada hutan lindung. Saya sedang duduk di kursi pilot sambil menunggu mobil derek datang, dan saat berbalik badan terlhat sosok putih berdiri sekitar 20 m dari mobil,  sosok putih tanpa muka inidan mukanya hanya tampak hitam saja. Jantung saya berdegup keras. Wah  apes saya ketemu Mahluk halus di negeri orang ini. Namun anehnya kok terdengar seperti air mengalir di belakang mahluk halus itu. Saya akhirnya mencoba memanggil Yasin Mekanik kami. “Yasin-Yasin” kamu dimana ” seru saya. Tiba tiba Mahluk itu berbalik badan sambil tertawa. Ternyata mahluk halus itu si Yasin yang lagi kencing. Owalah.

 Sekitar jam 20.00 truk pengangkut mobil tiba dan kami segera bawa mobil kami ketempat finish.

Leg 1

Leg 2

Bersambung

 

WhatsApp chat