id Indonesian
zh-CN Chinese (Simplified)nl Dutchen Englishid Indonesianit Italianja Japanesekm Khmeres Spanishth Thai
0Shares

Siapa saja yang ikut serta

Pembalap dari belahan dunia berdatangan. Ada yang dari Brunei, Jepang, Malaysia, Thailand, Australia, Kamboja, Indonesia, Korea dan masih banyak lagi. Nama nama besar pun bertaburan. Ada Satoshi Takeno , kemudian Ikuo Hanawa juara baja dan jagoan Thailand Natthaphon Angritthanon sang juara bertahan. jagoan kamboja Ho Sithikun dari Kara Team. Mereka sangat cepat dan mengetahui medan karena eventnya dilaksanakan disana. Tentunya tidak ada yang tidak mungkin, persiapan matang dan pengetahuan navigasi yang baik adalah sangat penting.

Siapa saja kompetitornya ? Detailnya anda bisa lihat disini

“Membawa Nama Indonesia di Kancah Internasional”

Wijaya Kusuma Subroto adalah seorang professional yang bekerja di bidang media. Namun kecintaannya pada dunia otomotif yang dimulai dari jaman tahun 1979 dimulai ketika mengikuti Green Sand Rally kemudian beberapa kali ikut sprint rally shark tahun 1984-1988. Kesibukan bekerja membuatnya berhenti ikut kegiatan otomotif dan setelah bekerja di Pertamina beliau aktif lagi didunia otomotif tahun 1990-1996 dan sempat bergabung di team Suzuki Sport Indonesia, Falken Offroad Team Indonesia, kemudian KratingDaeng Offroad Team, terakhir team privater Kancil Offroad dan 4XFUN Offroad team. Sempat vakum dan 1999 bersama sama 14 founder mendirikan IOF wadah dan organisasi para offroader Indonesia. Menggeluti speed offroad lagi di tahun 2000 dengan team 4XFUN dan ikut SODA offroad racing series serta SCORE. Namun tahun 2006 adalah even terakhir yang diikutinya yakni Diplomat Challenge of Indonesia, Karena memutuskan bekerja di Media maka akhirnya berhenti karir otomotif. 3 tahun terakhir membantu Rudy Poa mempromosikan team Asia Cross Country Rally Indonesia. Melihat yang ikut serta ternyata ada Kenjiro Shinozuka yang berumur 70 tahun dan Ikuo Hanawa 58 tahun. Hal ini memicu saya untuk bernostalgia memacu andrenalinnya untuk ikut serta ditahun 2019. Walau saya sudah melewati kepala 5 lebih tetapi rasanya kesempatan AXCR ini sayang kalau dilewatkan. Sekarang saya sedang mempersiapkan mobil, sebagian part akan disiapkan seperti transisi, rebuild engine, import WMD Rally suspension, as roda long field, final gear, suspension fox, jok sparco, rear locker Kaiser, reinforced ladder frame dan gardan. Karena biayanya besar maka pembangunan dilakukan dengan mencicil. Wish Me Luck !!!
Wijaya kusuma subroto

NAMA BESAR DI EVENT AXCR

JAWARA Baja1000 dan Pike Peak hadir diantara jajaran pembalap papan atas. Orangnya humble ramah dan mau berbagi. Sangat cepat tetapi kurang beruntung di AXCR 2018. Hari ketiga mobilnya njebur.

SATOSHI TAKENO

Satoshi Takeno dan team Garage Monchi ikut serta dalam event ini.  3 Jimny ikutan dan ini yang menginspirasi saya memutuskan bergabung tahun 2019.  Satoshi adalah pribadi yang kalem, baik hati walau bahasa Inggrisnya kurang lancar tetapi dia sangat baik berusaha untuk memahami lawan bicaranya.  Semangat bushido ditunjukan mulai dari Leg pertama yang berada dibawah, namun perlahan tapi pasti menaiki peringkat dan akhirnya bisa menjuarai kelas bensin.  Menggunakan mobil suzuki yang kecil yang dipandang sebelah mata, kurang bertenaga tetapi tangguh dan kuat.  Semut diantara gholiath !!!

Natthaphon ANGRITTHANON / Peerapong SOMBUTWONG - Isuzu

Isuzu menunjukan  kekuatan besar “Isuzu D-Max Blue Power” untuk pertama kalinya di “Asia Cross Country Rally 2016”, sebuah kompetisi reli lintas negara. Tim Isuzu mendorong “Isuzu D-Max Blue Power V-Cross 4×4” di perlombaan 2.500 kilometer yang melelahkan yang meliputi Thailand ke Kamboja. Tim pemenang mengalahkan tim reli veteran teratas dari Thailand dan negara lain untuk mengambil bendera kotak-kotak finish flag karena mengklaim setiap kategori kejuaraan: Secara keseluruhan, Modified Diesel Engine (T1D), Mesin Diesel Standar (T2D) dan Kejuaraan tim bersama dengan Ke 3 Secara keseluruhan di kejuaraan internasional bergengsi untuk mobil dan sepeda motor. DItahun 2018 ini kembali D Max menjadi juara tidak terkalahkan 3 tahun berturut turut mengalahkan Toyota Team Factory.

KENJIRO SHINOZUKA

Kenjiro Shinozuka lahir 20 November 1948 di Ōta, Tokyo ) Sejak debutnya pada tahun 1967, keberhasilan yang terbesar telah sebagai pembalap Mitsubishi Motors . Di belakang kemudi Galant VR-4 ia memenangkan Kejuaraan Reli Asia-Pasifik pada tahun 1988 dan mencetak kemenangan berturut-turut di Bandama Rallye Côte d’Ivoire pada tahun 1991 dan 1992, ketika itu adalah putaran Kejuaraan Reli Dunia , membuatnya menjadi pesaing Jepang pertama yang memenangkan ajang WRC.Dia juga mencatat untuk kesuksesannya dalam Rally Dakar , di mana ia menjadi pemenang Jepang pertama dari reli ketahanan paling terkenal di dunia pada tahun 1997 mengendarai Mitsubishi Pajero .

Shinozuka mengundurkan diri dari Mitsubishi pada tahun 2002, tapi muncul di axcr 2015 dan Juara Umum 2 dengan menggunakan Suzuki Jimny kemenangan berlanjut  tahun 2016 diurutan 10 juara 1 T1G dan 2017 diurutan ke 8 namun juara 1 kelas T1G.

He is my inspirations !!!

 

 

Some of our memories

Foto dikanan adalah kumpulan foto yang diambil dari beberapa sumber diantaranya foto pribadi Satoshi Takeno, Sahabat saya dari Jepang, Ikuo Hanawa, teman saya yang tambun  Fred M Krijsman 

KOntak kami

“Saya jadi kecanduan ikut serta AXCR”

Saya sudah 2 kali ikut serta dalam kejuaraan ini. Pertama naik D Max dan kedua saya naik Jeep Cherokee. Asia Cross Country Raly ini adalah event yang sayang untuk dilewatkan dan suasana keakraban dan kekeluargaan dalam event ini membuat kami semua seperti sebuah keluarga.
Lody natasha - racer
WhatsApp chat