JNE ulang tahun ke 28 di Monas, Memberikan hadiah Umroh kepada Karyawan

JNE Ulang Tahun ke 28 Beri Hadiah Umroh Kepada Karyawan

Team Asia Cross Country Rally 2018  dengan bangga mendapat undangan dari JNE untuk menghadiri ulang tahunnya ke 28. Begitu ramai yang hadir dalam acara ulang tahun JNE ke 28 ini. Selain karyawan juga hadir Gubernur Anies Baswedan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata, kemudian rekan rekan hobby motor juga hadir.  Kami bertemu dengan Anto Jangkar dedengkot HD  Kemudian rekan rekan HDCI Jakarta pusat menyempatkan hadir.

Sebelum acara puncak, pak Mohammad Feriadi CEO JNE menceritakan kisah perjalanan JNE hingga saat ini bisa mencapai 24 Juta kiriman hingga oktober. Wah bukan main.  Penjelasan ini mendapatkan tepuk tangan luar biasa dari karyawan dan tamu undangan yang hadir. Feri menambahkan lagi “tahun depan kita menargetkan 1 juta kiriman” disambut dengan kata kata sanggup oleh karyawan dan mitra yang hadir. Feri juga menceritakan suka duka menjadi kurir, dimana viral seorang kurir yang dihina dan diludahi oleh pelanggannya hanya gara gara kardus kirimannya rusak.  Nama kurir itu Ahmad Basco yang tetap tenang dan justru meminta maaf kepada pelanggannya. Netizen geram dengan kelakukan pelanggan itu.  Tapi peristiwa itu membuat JNE justru semakin kuat dan semakin semangat. “Kita semua bersatu and you are not fight alone” kata Feri diiringi dengan gemuruh tepuk tangan para hadirin.

Setelah itu pak Feri menghadiahkan Umroh kepada Ahmad Basco dan diberangkatkan bersama para Srikandi dan Karyawan yang berprestasi.  Bukan hanya Ahmad, Feri juga memberikan hadiah umrah kepada perwakilan karyawan JNE yang membangun masjid dengan nama pendiri JNE Soeprapto Suparno.

Semangat kerja keras dan team work ditularkan oleh Manajemen JNE kepada para karyawannya,  hal ini pula yang memacu team JNE-Furukawa Battery Indonesia juga berusaha memberikan hasil yang terbaik kepada Indonesia dalam Asia  Cross Country Rally 2018 lalu. Terbukti team mobil finish dan juga meraih prestasi papan tengah. Sedangkan motor merebut podium 1 dan 2 untuk kelas wanita. Suatu prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Seperti pula slogan sponsor kami Connecting Happiness, maka kami dengan mengucap syukur ke Allah SWT merasakan kebahagiaan bisa hadir ditengah tengah ulang tahun JNE. Semoga prestasi yang kami  torehkan bisa menghantarkan kebahagiaan pula bagi insan otomotif di tanah air.

Red Bull KTM Team siap untuk Dakar 2019

Setelah musim yang luar biasa, Matthias Walkner menjadi juara untuk 2018 Dakar Rally Champion dan Toby Price dinobatkan sebagai FIM Cross-Country Rallies World Champion, sekarang keduanya beralih focus ke  Dakar dan ditahun 2019 akan di mulai di Lima, Peru pada 6 Januari 2019.

Start dari Lima, Reli Dakar 2019 mempertontonkan  para pembalap bersaing untuk total lebih dari 5.000 kilometer, 3.000 di antaranya akan diberi batas tahapan khusus. Dengan rute yang terdiri dari 70 persen bukit pasir, acara tersebut tidak akan seperti yang lain. Penyelenggara membuat event ini sebagai event ke ke-41 dengan ‘intensitas tiada banding’ di mana navigasi, ketahanan dan mungkin lebih penting dari sebelumnya, kecepatan tertinggi akan menjadi kunci untuk hasil yang kuat.

Dalam rangka mempertahankan gelar Dakar 2018-nya, Matthias Walkner akan menuju Peru dengan kepercayaan dirinya tinggi. Meskipun dimulai dengan awal yang rumit, Walkner segera menemukan irama di atas nya KTM 450 RALLY. Hasil akhir yang kuat di beberapa putaran akhir musim ini, termasuk hasil runner-up di Desafio Inka dan Rallye du Maroc, menunjukkan bahwa pembalap Austria itu sedang dalam persiapan primanya dan siap untuk menghadapi Dakar sekali lagi.

Matthias Walkner: “Saya menantikan untuk kembali rally di Peru dan berlomba untuk mempertahankan gelar saya. Ada sedikit tekanan tambahan untuk saya tetapi rencana saya sama persis seperti biasanya – tetap membalap dengan aman dan lakukan yang terbaik di acara tersebut. Sulit untuk mengetahui bagaimana hal-hal akan terjadi dengan balapan di satu negara dan dengan begitu banyak di pasir. Strategi menjadi sangat penting karena posisi awal Anda untuk hari itu dapat membuat perbedaan besar pada hasil. Saya percaya itu akan sangat dekat dengan banyak orang yang berjuang untuk menang, tetapi jika semuanya berjalan sesuai rencana dan saya bisa tetap konsisten, saya berharap setidaknya ada podium buat saya. ”

Kurang dari dua bulan sejak ia dinobatkan sebagai FIM Cross-Country Rallies World Champion, Toby Price sudah sepenuhnya fokus pada Dakar. Demikian pula untuk rekan setimnya Walkner, Price mengalami awal yang menantang untuk musim 2018 dengan beberapa nasib buruk dan hasil yang beragam menghambat harapan menjadi juara.  Juara Dakar 2016 bertujuan untuk membawa kesiapan dirinya ke Peru dan mendekati juara Dakar di 2019 ini.

Toby Price: “2018 adalah tahun yang luar biasa bagi saya. Menyelesaikan Dakar di podium di posisi ketiga setelah baru kembali dari cedera sudah sangat bagus bagi saya. Kejuaraan dunia tidak dimulai seperti yang kuharapkan, tapi aku bisa menjaga kecepatanku, tetap konsisten dan hasilnya akhirnya saya ketiga.  Dakar adalah rute yang aneh, rute yang terlihat seperti sekitar 70 persen berada di bukit pasir dan itu akan menjadi tantangan nyata, tentu tidak ada waktu untuk bersantai. Di masa lalu ada hari-hari di mana Anda dapat memacu diri dan masih mendapatkan hasil yang baik dengan berkonsentrasi pada navigasi dan berkendara dengan baik – pada yang satu ini saya pikir itu akan menjadi datar sejak awal. ”

Saya dipaksa untuk pensiun dari Dakar 2018 karena cedera, Sam Sunderland segera kembali dengan motornya dan berjuang untuk menang di putaran pertama kejuaraan dunia di Abu Dhabi. Ketika musim rally pindah ke Chili, Sam berjuang untuk kemenangan ditahun lalu  ketika cedera lebih lanjut menyebabkan dia kehilangan beberapa balapan. 

 Sam Sunderland: “Saat kami semakin dekat dengan Dakar sekarang, saya merasa dalam kondisi prima. Saya senang dengan bagaimana saya berkendara dan percaya diri dalam navigasi saya. Saya tahu tahun ini di Peru itu akan sangat menuntut fisik yang prima, jadi saya telah bekerja sangat keras pada latihan saya untuk berada dalam kondisi terbaik untuk memulai balapan pada bulan Januari. Sangat bagus untuk saya bahwa kami memiliki 10 hari di bukit pasir. Saya suka mengendarai medan semacam itu dan tampaknya memiliki kecepatan yang baik di sana. Apakah itu akan menguntungkan saya, saya tidak tahu. Apa pun bisa terjadi dalam pertandingan seperti yang itu dan Anda tidak dapat memprediksi perlombaan seperti Dakar. Tahun ini saya memiliki keunggulan enam menit setelah Peru, jadi itu menggembirakan, tetapi rencananya adalah biasa – ambil setiap hari ketika datang. ”

Mengendarai Red Bull yang penuh kasih sayang KTM 450 RALLY untuk pertama kalinya di Dakar 2019, Luciano Benavides berharap untuk menggantikan keberangkatannya sejak awal 2018 dengan hasil yang baik di Peru. Setelah lima bulan pemulihan yang berat, Benavides kembali ke kompetisi di balapan. 

Luciano Benavides: “Suatu kehormatan untuk naik motor dengan warna Red Bull di motor. Ini membawa tanggung jawab dan beberapa tekanan tambahan. Saya akan mencoba yang terbaik untuk mengubah itu menjadi motivasi untuk melakukannya dengan baik. Tujuan pertama saya adalah menyelesaikannya, karena saya harus keluar sebagai finisher tahun ini. Tujuan kedua saya adalah menyelesaikan dalam top-10. Saya tahu itu akan sulit dan saya pikir dengan rally yang lebih pendek di 2019 itu akan menjadi lebih sulit, tetapi saya tahu saya memiliki kecepatan untuk melakukannya. Kecelakaan saya tahun ini berasal dari kurangnya fokus, jadi saya harus mengubah itu untuk Januari 2019 nanti. Saya telah menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakan navigasi dan strategi saya sehingga semoga semuanya akan terbayar. ”

Bergabung dengan tim pengendara Red Bull KTM Factory Racing di Peru adalah Laia Sanz dan Mario Patrao.  Sanz wanita tangguh ini  akan kembali ke kompetisi tepat setelah pertarungan terakhirnya dengan virus Epstein Barr. Patrao akan memacu Dakar pertamanya untuk tim pabrik dan berharap dapat mendukung anggota skuad lainnya dengan mengendarai Dakar padat dan konsisten dalam apa yang terlihat sebagai balapan brutal yang lebih pendek, tetapi tidak kalah.

Mulai 6 Januari di Lima, Reli Dakar 2019 mencakup 10 hari penuh balap dengan satu tahap maraton dan satu hari istirahat sebelum pengendara kembali ke Lima untuk finish pada 17 Januari. Jarak total yang ditempuh oleh sepeda motor akan menjadi 5.541 kilometer – 2.889 kilometer dengan tahapan khusus alias Special Stage.

Catatan : Asia Cross Country lebih pendek hanya 2400 Km tetapi sensasinya sama dan benar benar lintas Negara.

Heri Cahyono menyatakan siap ikut serta

Heri Cahyono menyatakan siap ikut serta dalam Asia Cross Country Rally

Heri Cahyono melalui sambungan telepon dengan Herry Luthfi Thaeb menyatakan kesiapannya ikut serta dalam Asia Cross Country Rally. 

Latihan  demi latihan dilakukannya diantaranya dia ke gurun pasir selama 7 hari di Maroko. Track gurun pasir dilahapnya bersama Mufti sahabatnya. Padahal minggu sebelumnya dia baru saja pulang dari Eropa Timur melahap perjalanan sepanjang 4000 km. 

Team indonesia makin banyak yang akan ikut serta dan makin siap dalam menghadapi Asia Cross Country Rally ini. 

Heri Cahyono ini adalah pengusaha Asal Malang. Pemilik HRA Group ini sudah malang melintang di dunia dua roda. Pembina Club Track ini adalah orang yang bersahaja. Selalu Sholat tepat waktu dan berhenti apabila ada kesempatan sholat. Berperawakan tenang dan kaya akan pengalaman. Beberapa kali ikut dalam Indonesia Offroad Expedition membuatnya lebih matang dalam mempersiapkan diri dalam AXCR ini.

Bagaimana persiapannya dan motor apa yang akan dipakainya nah tunggu aja ceritanya ya. Nanti saya ceritakan disitus ini.

 

 

 

Takuya Ono

TAKUYA ONO - Orange Crono dan ETENOiR

Penulis bertemu dijalanan sama Takuyo Ono tanpa sengaja. Rupanya dia baru saja keluar dari Spesial Stage yang terletak di Kampong Thom – Cambodia.  Sempat saya berbincang pendek sama dia menanyakan arah jalan SS berikutnya. Saat itu dia bersama dengan Mami Masuda pembalap wanita yang berasal dari Jepang.  Mami Masuda yang awalnya leading dan masuk 10 besar  namun mami akhirnya harus menyerah karena kerusakan Mesin CRF250 Rally nya saat masuk water bed yang panjangnya hampir 2 KM. 

Saya perhatikan Takuya Ono dengan setia menemani Mami Masuda memperbaiki motorya dan membantu rekan rekan Jepang lainnya. Suatu budaya Jepang yang patut ditiru yakni semangat Bushido, kesetiaan kerendahan hati dan setia kawan yang luar biasa. Saya sempat ngobrol sebentar dan akhirnya kami berpisah karena dia harus start dan melanjutkan SS berikutnya.  

 

Tanpa sengaja malamnya kami bertemu di Hotel LBN Asia River Sde Kompong Cham Cambodia. Kota ini masih sekitar 150 km dari ibukota phomphen yang terletak di pinggir sungai mekhong.  Setelah saya mencuci motor team Indonesia bersama Rudy sang manajer kami kembali ke hotel. DIsamping hotel ada cofee shop dan kami rehat sejenak disitu sambil ngopi ngopi. Takuya Ono mampir dan mentraktir kami minum padahal kami baru kenal.

Pribadi yang ramah membuat kami menjadi makin akrab, Takuya Ono ini adalah pemilik dan produsen jam dengan merek Orange Crono dan Etenoir. Saya sempat tanya sama dia apa motivasi dia untuk ikut AXCR ini ? dia bilang kekeluargaan, jaringan dan reuni. Ya dia tidak mencari menang tetapi dia cukup senang dengan menjadi sponsor team Balap dari Jepang dan menikmati perjalan dari Pattaya hingga finish di Phnomphen. Tujuan ikut dalam pertandingan ini adalah mengalahkan diri sendiri dan finish ikut even besar ini itu tujuannya. Luar biasa…

Hari terakhir setelah pertandingan dan pemberian penghargaan, dia pagi pagi sudah siap di motor untuk kembali ketempat start di pattaya. Wuih…itu jaraknya 1000 km lebih. He ride from finish and going back to start.  Gila…sementara team lain dinaikin towing dan istirahat di kendaraan minivan yang membawa mereka kembali ke Thailand. Dia dan Mami Masuda Riding kembali ke Pattaya. Luar biasa.  

Ono adalah  pemilik Etenoir jam yang di produksi untuk kelas atas sedangkan Orange Crono untuk medium class. Anda tau donk kalau Jepang bikin jam kayak apa.

Yang jelas pasti kuat dan bagus. Etenoir ini dijual manca negara dan sangat terkenal di daratan Europe.

Etenoir ini juga menjadi sponsor untuk 3 team balap motor dari Jepang.

Takuya Ono pria bersahaja ini juga memberikan jam dan diberikannya kepembalap Indonesia Ayu Wndari. Wah what a surprise… Trus buat saya mana ?

 

ASIA Cross Country Rally Meningkatkan Pariwisata

Asia Cross Country Rally memuji perkembangan pariwisata olahraga

Ismail Vorajee / Khmer Times  Bagikan:Tidak ada komentar    

 

The Asia Cross Country Rally 2018 baru-baru ini ditutup di Phnom Penh. Courtesy Isuzu
 

The Asia Cross Country Rally 2018 – atau AXCR – Yang diselenggarakan dan mengambil finish di Phnom Penh baru-baru ini didorong untuk terus memanfaatkan kerajaan sebagai tujuan pariwisata ekowisata dan olahraga.

Perlombaan, yang dimulai tahun 1996 dan masih terus berkembang, melihat 29 peserta sepeda motor dan 27 peserta mobil ikut serta dalam reli lintas negara tahunan terbesar di Asia. Rally memiliki pengikut setia di seluruh benua.

Balapan dimulai dengan mengambil jarak tempuh sejauh 2.400 kilometer di Pattaya, Thailand. DImulai pada 14 Agustus sebelum menuju ke Kabinburi dan Buriram. Dari sana mereka melintasi perbatasan Thailand-Kamboja di Aranyaprathet di Thailand dan menyeberang ke O-Smach, sebuah kota kecil di provinsi Oddar Meanchey di Kamboja. Rute kemudian mengarahkan pembalap ke Siem Reap, rumah dari kompleks kuil Angkor Wat yang terdaftar UNESCO.

Dari sana pembalap beristirahat di Kampong Thom dan Kampong Cham sebelum mengakhiri balapan di Phnom Penh empat hari kemudian. Rute peserta Rally Asia Cross Country mencakup berbagai jenis medan seperti hutan, rawa, penyeberangan sungai dan gurun. AXCR, acara bersertifikasi FIA, dimaksudkan untuk menjadi tes keterampilan mengemudi dan navigasi, ketahanan dan kerja tim.

Kendaraan Isuzu D-Max V-Cross Blue Power 4 × 4 adalah yang paling sukses dengan Isuzu The Land Transport Association of Team Thailand Natthaphon Angritthanon dan Peerapong Sombutwong memenangkan keseluruhan dan keluar sebagai pemenang.

Perwakilan Isuzu menyatakan antusiasme atas kesuksesan pembalap Thailand mereka. “Pemain Thailand dan internasional yang mengendarai kendaraan Isuzu adalah kebanggaan Asia,” kata Isuzu dalam sebuah pernyataan.

Juga di sepuluh besar adalah tim Isuzu yang terdiri dari Sirichai Sricharoensilp dan Prakob Chawtale, dan Wongwirot Palawat dan Thanyaphat Meenil antara lain.

 

Kendaraan Isuzu D-Max V-Cross Blue Power 4 × 4 adalah yang paling sukses di Asia Cross Country Rally 2018. Courtesy Isuzu

Tim Kara mewakili Kamboja dalam reli dan menyelesaikan keseluruhan keenam yang terhormat dari 27 tim yang berpartisipasi.

“Atas nama tim KARA, kami merasa prihatin tentang kondisi jalan banjir yang tak terduga dari Phnom Penh ke perbatasan,” kata perwakilan Tim Kara. “Tapi kami berharap semua orang bepergian dengan aman dan menikmati waktu di sini. Kami berterima kasih kepada penyelenggara dan semua peserta untuk memilih Kamboja dan kami akan menantikan untuk menyambut AXCR dan semua orang di sini dalam waktu terdekat. ”

Menteri Lingkungan Kamboja Say Sam Al, dalam pernyataan yang dibuat pada jamuan makan bersama di Koh Pich untuk menyambut tim awal bulan ini, mengatakan bahwa Kamboja mendorong federasi nasional dan internasional untuk mengembangkan program balap internasional di kerajaan.

“Kamboja saat ini memiliki 7,5 juta hektar kawasan lindung, sebagian besar sudah memiliki jalur dan koneksi. Keamanan meningkat di seluruh negeri, katanya.

“Melalui program balap mobil internasional, pendapatan yang dihasilkan dari komunitas ekowisata, dan konservasi berbasis masyarakat, dapat menguntungkan Kamboja. Ini adalah tujuan dari Pemerintah Kerajaan Kamboja, ”tambahnya.

Dia juga menyarankan bahwa acara balap masa depan harus mengambil di perbatasan Kamboja dari perbatasan Koh Kong ke Pursat, Battambang, Pailin, Banteay Meanchey, Oddar Meanchey, Preah Vihear, sampai titik akhir Stung Treng dan banyak lagi.

Sumber asli : Khmertimeskh

 

Bagaimana anda mempersiapkan diri dalam Dakar atau Asia Cross Country

Christophe Barriere-Varju adalah pemenang 7x  Award Winning Film - Dream Racer - cerita tentang Rally Dakar yang terkenal . 
Mantan juara National Motocross dan sekarang juara Dakar, Christophe berbagi tentang kegemaranya, pengalamannya dan pengetahuannya setelah 30 tahun bertanding di seluruh dunia. Cerita ini disarikan dan diambil dari dreamracer.tv

Momen paling mengesankan yang saya alami adalah balapan di depan 220.000 penonton di Afrika Barat Motocross des Nations. Itu benar, itu bukan salah ketik – ada hampir seperempat juta orang menonton dan mendorong kami. Bayangkan lima stadion yang terjual habis di sekitar trek motocross sepanjang 2,5 km. Saya menang atas nama dan untuk Pantai Gading.

Sebagai anak yang tumbuh dengan 100% kelembaban di Afrika, Saya harus berlatih lebih cerdas dan ini adalah satu-satunya pilihan untuk mencapai puncak kemenangan. Sekarang, kegiatan reli telah mempertemukan saya dan beberapa hal yang ingin saya bagikan dengan Anda.

Tips Berkendara yang berguna

Sambil mempersiapkan reli, saya terus mengusap wajah saya. Rally tidak hanya tentang seberapa cepat Anda bisa finish atau tentang seberapa sehat Anda; tetapi juga tentang seberapa kuat mental atau emosional Anda, dan bagaimana Anda dapat menghadapi situasi yang putus asa dengan cara yang tenang, namun tetap teguh. Semua hal Itu penting, tetapi saya menyadari bahwa semua itu prasyarat yang harus anda miliki atau dikembangkan seiring waktu. Jadi lah petualang tangguh dan tidak cengeng.

Acara reli panjang adalah balap yang bermain dengan ritme. Anda berlomba dengan ritme yang anda harus atur sendiri. Anda mengatur waktu Anda untuk waktu yang anda lalui sendiri yang memungkinkan Anda untuk menyiapkan logbook Anda, makan, membantu mekanik Anda jika Anda memilikinya, dan tidur. Hal yang lain, seperti mengobrol dengan teman-teman Anda, boleh saja untuk hari-hari pendek saat istirahat, tetapi ketika Anda membalap rata-rata 600-800km per hari selama dua minggu berturut-turut, setiap menit adalah berharga, setiap ons energi adalah emas, setiap tetes air Anda minuman adalah surga.

Balapan di BrasilBalapan di Brasil

Saya menyadari ini adalah cara yang sulit ketika saya melaju salah satu putaran kejuaraan dunia lintas negara di Brasil. Saya sakit karena keracunan makanan dan tidak bisa makan atau minum apa pun – berat badan kehilangan 8 kg hanya dalam empat hari dari reli sembilan hari. Saya masih tidak ingat beberapa hari lagi kedepannya. Aku berlari ke tepi kemungkinan manusia dan nyaris tidak membiarkan lidahku jatuh ke tenggorokanku, secara harfiah.

 

SAMPAI BATAS MAKSIMUM

Irama balapan dimulai dengan ritme latihan Anda. Anda tidak bisa berharap banyak jika Anda tidak melatih diri.  Anda harus melatih kemampuan tubuh Anda dan melihat tentang keterbatasan Anda sendiri.

Adegan dari film, Dream Racer

Keterbatasan itu bisa anda atasi dengan seiring berjalannya waktu. Jangan anda terlalu memaksakan diluar kemampuan anda, tetapi tetap lakukan latihan sesuatu yang Anda sukai. Tidak ada gunanya kecewa dengan hasilnya, berharap Anda bisa melakukan sesuatu yang berbeda selama balapan – itu sudah terlambat. Selama pelatihan adalah di mana seharusnya itu terjadi.

Saya terkadang menemukan diri berkata, “Oh, saya agak lelah hari ini, saya akan pergi untuk naik sepeda MTB besok atau latihan skilll naik motor nanti saja.” Tapi setiap kali saya ga jadi latihan saya tidur dengan perasaan bersalah karena saya tahu persis apa yang akan terjadi jika saya terus mengulangi pola perilaku malas ini dalam jangka panjang.

Adalah penting menjaga ritme latihan Anda di sana dan seimbangkan  dengan kegiatan lain sebaik mungkin.  Sebagian besar dari peserta adalah privateer, sama seperti saya, Cobalah melakukan sesuatu dengan cara sebaik mungkin sambil tetap bekerja, mencari dukungan sponsor dan mencoba mendapatkan hasil yang baik.  Kami tidak memiliki delapan jam untuk berlatih setiap hari, tetapi apa yang bisa kami lakukan adalah mengatur waktu dengan lebih efisien. Waktu ke bawah dapat digunakan untuk melakukan sesuatu. Gunakan atau kehilangan selamanya.

Secara pribadi saya mencoba memvariasikan latihan yang saya lakukan. Itu membantu saya mempertahankan “ritme minat” saya di sana. Saya melakukan beberapa kano untuk bekerja di bahu dan tubuh bagian atas. Saya mengendarai sepeda gunung untuk tubuh bagian bawah dan daya tahan tubuh. Saya memanjat batu untuk mengerjakan peregangan saya. Saya berenang untuk melatih pernapasan saya. Saya berlari di bukit pasir dan mendaki gunung untuk bekerja pada sistem cardio-vascular saya. Saya mempertahankan irama berbagai kegiatan dan mendengarkan apa yang tubuh saya rasakan seperti lakukan hari ini.

Lakukan saja setiap hari, bahkan berjalan-jalan / saya tahu bahwa jika Anda melakukannya dan Anda menyukai balapan, maka hanya masalah waktu sampai Anda mulai menaiki tangga dua-dua atau tiga-tiga hanya untuk melihat apakah Anda bisa melakukannya. Ada di dalam alam bawah sadar anda bukan?

Ketika hari dan bulan berlalu sebelum acara utama Dakar Rally menjadi perjalanan yang menyenangkan maka anda perlu terus tingkatkan ritme latihan ini. Ritme ini perlahan akan berkembang menjadi disiplin dan disiplin itu akan memberikan Anda hasil yang lebih baik pada akhirnya – atau tingkat kepuasan yang jauh lebih tinggi ketika Anda melihat bagaimana cara menggagalkan teman-teman Anda ketika Anda melepas helm dan masih bernapas melalui hidung Anda.

Cara mempersiapkan Reli Dakar

 

Tonton Dream Racer untuk kiat tambahan tentang cara menangani Reli Dakar

Anda tidak akan lelah di antara tahap-tahapan itu, Anda tidak akan merasakan nyeri otot lagi, dan perlahan–  lahan Anda akan merasa seperti mesin yang tidak merasa lelah dan tidak bisa berhenti, yang akan membuat Anda secara mental lebih kuat.  Ini membutuhkan waktu . Sadarlah bagaimana Anda berlatih dan Anda tidak akan menyesalinya.

Berlatihlah sedikit di awal dan selalu pastikan Anda membiarkan tubuh Anda beristirahat dengan cukup, selalu hindari terlalu banyak tekanan baik pikiran maupun latihan terlalu banyak pada diri Anda. Anda tidak akan memenangkan perlombaan pada hari perlombaan – Anda akan memenangkan perlombaan dengan latihan yang Anda lakukan. Perjalanan panjang atau perlombaan akan menjadi ujian akhir latihan yang anda lakukan.  Kerja keras dan latihan yang anda lakukan beberapa bulan sebelumnya. Tidak hanya akan membuat Anda berkendara dengan baik, tetapi Anda juga akan meminimalkan risiko cedera.

Akhirnya, tidak masalah apakah Anda menjadi yang pertama atau terakhir. Yang penting adalah Anda  telah mengejar impian Anda, ambil bagian kejuaraan kelas dunnia  dan Anda telah menyatakan tekad anda bahwa anda ikut berpartisipasi – sementara yang lain berharap mereka punya impian yang belum terwujud.

Selamat berlomba  !

email me info@axcr2019.com tekan tombol whatsapp yang hijau dibawah kiri ini untuk diskusi dengan team

 

Lyndon Poskit Orang “Gila” di Dakar Rally

Dakar sering disebut sebagai reli terberat di dunia, dengan sebagian besar perhatian terfokus pada pengendara pabrik yang berjuang untuk meraih kemenangan. Tetapi beberapa orang akan mengatakan mereka lebih mudah dibandingkan dengan para pahlawan yang memutuskan untuk masuk ke kelas Malle Moto. Buku aturan Dakar hanya menggambarkan kelas Malle Moto sebagai ‘tantangan yang dibuat untuk Penunggang Sepeda dan Quad tanpa BENTUK LAYANAN APAPUN’ alias tanpa sponsor.  Ini adalah orang privateer yang berlomba dengan mengeluarkan koceknya sendiri.  Mereka mengendarai sepeda motor sendiri, layanan service mandiri, dan menyiapkan sepeda motor mereka sendiri, dan tidak menerima bantuan dari luar selama acara Dakar berlangsung.

Lyndon Poskitt adalah salah satu pembalap pemberani yang memutuskan untuk mengambil resiko di Dakar dalam arti sesungguhnya. 

Lyndon Poskitt (GBR) 2017 © Future7Media

Tantangan Luar Biasa dan Tidak Seperti Team Pabrikan
“Pada tahun 2016 saya memutuskan untuk ikut serta dalam kelas Malle Moto dan awalnya saya benar-benar meremehkan betapa sulitnya itu. Saya pikir saya akan baik-baik saja, saya pikir jika saya tetap fokus dan menungganginya dengan bijaksana itu tidak akan terlalu buruk, tetapi Anda tidak akan percaya betapa itu membuat Anda lelah. Bahkan ketika semuanya berjalan lancar, Anda semakin lelah setiap hari. Ketika orang bertanya kepada saya bagaimana itu saat berlomba dan berkata ‘oh, Anda melakukannya dengan sangat baik, Anda berada di posisi kedua tahun lalu’ – biarkan saya memberi tahu Anda, itu adalah perjuangan.

© Lyndon Poskitt Racing

Semangat berlomba benar-benar berbeda dalam kategori Malle Moto. Semua orang ada di lomba yang sama, mereka harus melakukan semuanya sendiri. Tentu saja, ketika sesuatu terjadi ada persahabatan besar ini dari semua orang berkumpul, itu seperti keluarga besar saling membantu.Ketika Anda melihat beberapa orang datang pagi-pagi ketika Anda bersiap-siap untuk memulai perlombaan, Anda merasa sangat buruk bagi mereka, mereka mungkin akan tidur paling lama satu jam sebelum keluar lagi untuk ke garis start.

Secara pribadi, saya suka frase Malle adalah Rally. Kelas pasti cara tradisional untuk ikut Dakar.Begitulah awalnya, tapi sekarang berkembang menjadi acara komersial besar ini. Meskipun saya memiliki beberapa sponsor yang sangat bagus – saya tidak akan dapat bersaing tanpa mereka – saya ingin tetap menjaga hal-hal tradisional dan itu adalah sesuatu yang saya coba bagikan di media yang saya hasilkan. ”

© Lyndon Poskitt Racing

Kurang tidur dan keinginan untuk terus berjalan 
“Untungnya, saya hanya memiliki beberapa malam buruk tanpa tidur. Ada tanah longsor besar tahun lalu dan mereka harus memutar di tempat. Sepanjang hari adalah 1150 km panjang, kami sudah berlari di atas panggung, kemudian harus melakukan hubungan sejauh 600 km hanya untuk tiba di blok jalan dan diberi tahu bahwa kami harus pergi dengan cara yang berbeda. Saat itu sudah pukul 19.30 dan kami harus menaiki 350 km lagi. Bahkan kemudian saya pikir saya akan bisa masuk sekitar jam 10, tapi rute itu semua offroad dan begitu degil. Itu penuh truk menendang debu dan benar-benar sulit. Saya berhasil kembali ke bivak pada pukul 01.30 pagi dan merupakan satu-satunya rumah motor Malle Moto – semua orang masih di luar sana.

Saya menyiapkan sepeda dengan sangat cepat, mengambil beberapa makanan dan berada di tempat tidur jam 2 pagi. Kami akan bangun lagi jam 4.30 pagi tetapi panggung akhirnya dibatalkan, jadi untungnya semua pembalap lain punya banyak waktu untuk kembali. Meskipun hanya tidur beberapa jam, aku sudah siap untuk pergi. Saya masih bangun dan siap dan ketika saya pergi ke luar, hanya ada empat sepeda motor yang berhasil kembali, lima dari kami secara total. ”

© Lyndon Poskitt Racing

Perawatan sepeda, perawatan sepeda solo 
“Setiap hari tanpa gagal, ban belakang dan mousse harus diganti, bagian depan kadang-kadang bisa bertahan selama beberapa hari. Satu-satunya hal yang kami diizinkan untuk dibantu. Sungguh aneh mengapa demikian, tetapi organisasi Malle Moto tidak akan membiarkan Anda mengambil mousse changer, Anda harus pergi ke Michelin agar mereka berubah. Meskipun mereka senang untuk mengubahnya untuk Anda, saya lebih memilih untuk dapat mengubahnya sendiri. Saya cukup mahir dalam mengganti ban dan mousse dan masalah dengan memiliki orang lain melakukannya adalah bahwa Anda harus membawa roda Anda dan ban baru dan mousses apa pun hingga 500 meter untuk membuat mereka berubah. Ini adalah stres tambahan, terutama dalam panas 40 derajat.

© Lyndon Poskitt Racing

Sepeda itu sendiri sangat kuat. Yang harus dilakukan hanyalah mengganti oli dan filter dan umumnya saya hanya melakukannya setiap malam. Filter udara akan berubah setiap hari, maka ada pekerjaan kecil seperti tensioning dan lubing rantai dan pemeriksaan umum atas sepeda.Kedengarannya tidak terlalu berlebihan, tetapi yang gila adalah bagaimana waktu berjalan dengan Anda – hanya beberapa pekerjaan kecil yang dapat dengan mudah memakan waktu hingga dua jam. Jika Anda masuk jam 7 malam, tiba-tiba jam 9 malam dan Anda masih harus mendapatkan makanan, mengurutkan roadbook Anda dan menghadiri pertemuan pengendara sebelum berpikir tentang tidur. Kamu beruntung jika kamu tidur sebelum tengah malam dan kemudian kamu bangun lagi jam 3 pagi.

Tahun lalu saya belajar membuat sebagian besar waktu saya – menyelesaikan pekerjaan, tidak bicara, tidak pergi menemui orang lain, Anda tidak punya waktu untuk itu. Kedengarannya ekstrem tapi begitulah cara Anda berada di kelas itu. Tahun lalu, saya tidak terburu-buru tidur dan itu adalah sesuatu yang harus berubah tahun ini. Saya harus menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan tidur. Satu jam istirahat ekstra setiap malam akan berarti dorongan besar bagi saya. ”

© Lyndon Poskitt Racing

Apa yang ada di dalam kotak? 
“Untuk 2018 Dakar, Moto Malle saya akan menjadi lebih teratur daripada tahun lalu. Saya belajar dengan cara keras bahwa Anda perlu mengatur semuanya, lagi sehingga Anda tidak perlu membuang waktu untuk mencari sesuatu. Tahun ini saya benar-benar siap, dengan kotak-kotak kecil yang terpisah di dalam untuk berbagai peralatan dan semuanya berada di sana dengan sangat baik.

Alat bijaksana, saya hanya membawa apa yang saya butuhkan. Ketika saya membangun sepeda saya di bengkel, saya mencoba menggunakan peralatan terkecil yang saya bisa, dan kemudian meletakkannya di satu sisi. Saya tahu ketika sepeda itu selesai, saya punya setiap alat yang perlu saya bawa ke Dakar. Di bagian lain kotak saya memiliki semua barang habis pakai saya; gemuk, minyak, kabel, semua hal yang Anda butuhkan sepanjang hari untuk membuat Anda tetap bersemangat. Di bagian bawah kotak saya memiliki semua suku cadang listrik saya, tidak hanya untuk sepeda tetapi untuk peralatan navigasi juga, karena tanpa itu, reli Anda berakhir.

© Lyndon Poskitt Racing

Saya menyimpan semua gel energi saya di sana dan kit hidrasi. Saya tidak mengambil apa pun yang tidak benar-benar saya butuhkan. Kotak itu cukup penuh tetapi untuk tahun ini saya berhasil menekan penutup sepeda juga, yang sangat berguna semalam di padang pasir. Satu hal yang sangat penting adalah headtorch yang baik. Saya memilikinya tersembunyi di semua tempat; satu di sepeda saya, satu di tas perlengkapan saya dan beberapa di kotak Malle Moto saya karena jika Anda kehilangan itu, Anda berada dalam masalah.

Anda diperbolehkan untuk membawa seseorang membawa barang untuk Anda, tetapi itu membutuhkan uang sehingga banyak orang tidak melakukannya. Saya punya KTM Racing mengambil minyak dan filter, hal-hal seperti itu dan saya mengisi ulang kotak saya di hari istirahat.Ban dan mousses saya misalnya saya biaya sekitar 1500 Euro hanya untuk mengirimnya dengan tim lain. ”

© Lyndon Poskitt Racing

Kesepian sepeda motor 
“Sangat penting untuk tetap kuat. Tidak peduli seberapa rendah perasaan Anda, karena Anda sendiri. Anda harus terus mendorong. Ketika saya sampai sekitar empat hari dari akhir tahun lalu, saya benar-benar rusak. Saya lelah, lelah dan sakit hati. Tapi entah bagaimana, saya berhasil sampai ke finish. Anda harus benar-benar berpikiran kuat untuk melakukan Dakar, terutama di Malle Moto.

Saya tertidur di penghubung beberapa kali tahun lalu, salah satu hal tersulit adalah berusaha tetap terjaga. Begitu Anda berada di atas panggung itu baik-baik saja karena adrenalin Anda naik, tetapi di penghubung pagi, ketika itu gelap gulita, dingin dan hujan, Anda benar-benar berjuang untuk tetap terjaga. Jika Anda beruntung, Anda mungkin hanya terdiam sejenak dan menangkap diri Anda, tetapi dua kali pada tahun 2017 saya berlari keluar dari jalan dan ke tanah dan terbangun bersama dengan penghalang Armco tepat di sebelah saya. Itu mengguncang saya sedikit dan jadi saya berhenti di tepi jalan untuk beristirahat. Saya harus tidur hanya sekitar lima menit maksimum dan terbangun ketika sepeda berikutnya datang melewatinya, tetapi hanya lima menit yang saya butuhkan, saya berangkat lagi dan merasa jauh lebih baik. ”

© Lyndon Poskitt Racing

Komitmen media 
“Sebagian besar pengendara Malle Moto lainnya bertanya-tanya bagaimana saya melakukannya, tetapi jika itu bukan untuk sisi media dari hal-hal dan paparan yang didapat, saya tidak akan dapat bersaing. Saya bukan pembalap pabrik, saya tidak dalam posisi di mana saya akan memenangkan acara, tetapi apa yang dapat saya lakukan adalah berhubungan dengan orang. Mereka bisa melihat aku hanya pria normal yang pergi ke Dakar. Untuk dapat berbagi pengalaman saya adalah apa yang membantu saya untuk benar-benar sampai di sana, dan mencapai tujuan saya juga. Saya pikir sekarang, perasaan dapat berbagi petualangan saya adalah 50% dari keinginan di belakang yang ingin melakukannya. Saya menyukai sisi media sosial, saya menyukai dukungan dan minat dari orang-orang di seluruh dunia dan itu mendorong saya untuk berbuat lebih banyak.

© Lyndon Poskitt Racing

Apa yang akan saya lakukan tahun ini dengan posting video harian adalah usaha besar. Kami punya dua orang di tempat dan satu orang di Inggris menerima data. Semuanya harus diedit dengan cepat, yang sangat teknis dan sulit dilakukan. Selain tim-tim besar dengan anggaran besar mereka, tidak ada yang pernah mencobanya sebelumnya, jadi semoga dengan sedikit keberuntungan kami dapat melakukannya dan memberi pemirsa rasa nyata seperti apa Dakar bagi pria biasa seperti saya.

Salah satu hal penting bagi saya adalah rekaman itu harus otentik. Itu tidak akan mengubah siapa saya dan saya tidak akan mencoba menjadi sesuatu yang bukan saya. Saya selalu sadar tentang mendapatkan beberapa bidikan, meskipun itu berarti berhenti di tengah panggung untuk menangkap sesuatu yang penting. Dibutuhkan sedikit waktu di awal hari untuk mengatur kamera, dan kemudian memulai dan menghentikan kamera di mana saya merasakan konten terbaik. Ada banyak pengendara di media sosial dan YouTube mengumpulkan suntingan kecil sekarang, tapi saya berharap video saya akan lebih tahan lama daripada itu. Mereka akan menceritakan lebih banyak cerita dan menunjukkan sisi sebenarnya dari Dakar. ”

© Lyndon Poskitt Racing

Ketika semuanya 
“Setelah dari Dakar, setelah semuanya selesai, semuanya masih sulit. Saya mengambil cuti seminggu di akhir acara tahun lalu, tetapi efeknya bertahan lebih lama dari itu. Saya berjuang untuk tidur dengan baik selama berabad-abad, menemukan diri saya terjaga untuk banyak malam dan saya tidak bisa kembali ke ritme yang sehat lagi. Semoga pada akhir acara 2018, semuanya akan berjalan dengan baik dan saya akan memiliki berjam-jam rekaman untuk dibagikan dengan pengikut saya. The Dakar benar-benar adalah sesuatu yang istimewa, sesuatu yang unik dan dapat berbagi pengalaman berkendara saya adalah suatu kehormatan nyata. Saya hanya berharap orang lain suka berbagi perjalanan saya … ”

© Lyndon Poskitt Racing

LYNDON POSKIT THE GREAT RIDER OF MALLE MOTO

Disarikan dari KTM Blog

Motor – Rudy Poa Profile

Tentang Rudy Poa

Dia adalah mastermind Asian Cross Country Rally team of Indonesia. Tidak kunjung lelah mempromosikan Indonesia di kancah Internasional. 4 tahun sudah Rudy membawa team Indonesia berlaga di kancah internasional. Bahkan dia sendiri awalnya tidak ikutan. Awal pertama rudy mengajak Muchlis Adis Setyawan (Adies) untuk ikut serta  pada tahun 2015. Tetapi Adies yang jawara offroad tanah air tidak bisa berbuat banyak dalam pertandingan internasional. Padahal Adies adalah juara tanah air dan urutan 6 Asia enduro championship yang diselenggarakan di chengson Korea. Ya AXCR adalah event yang berat dan panjang persis seperti Dakar. Disini mental anda di uji.

Tahun 2016 Rudy Poa mengajak Kadex Ramayadi senior di Enduro tanah air  yang menggunakan motor tua bekas pembalap Jepang, hasilnya kadex ke 36 dan Rudy ke 26.  Hmm ternyata nggak mudah ikut AXCR.

Tahun 2017, Rudy mempersiapkan senjata baru yakni Husaberg FE250 dan Husqvarna 250 tahun 2014 milik sendiri. Hasilnya terlihat berbeda. Kadex merangsek ke urutan 5 Umum dan Rudy masuk keurutan 9 Umum. Ya mereka berdua berhasil mencatatkan hasil memuaskan dengan membawa motor sendiri.  Suatu pencapaian yang luar biasa kalau kita menoleh yang ikutan dari manca negara. Tahun ini Indonesia juga menurunkan pembalap mobil.

Tahun 2018, kali ini jatah balap diberikan oleh Rudy  ke 2 Srikandi Indonesia. Rudy mengalah demi mengharumkan nama bangsa. Strategi ini tercapai. Indonesia mendapatkan hattrick dengan mengambil posisi 1 dan 2 perempuan. Dubes Indonesia untuk Cambodia Sudirman Haseng pun berkenan untuk menyambut dan memberikan penghargaa kepada para pembalap Indonesia. Beliau juga hadir saat acara gala dinner dan closing ceremony party. Ya semua berkat Rudy yang mempersiapkan semuanya mulai dari mempersiapkan sponsor, memberangkatkan team, mengatur jalannya perlombaan dan semuanya deh.

Pria pemilik Karya Indah Motor ini juga berjualan motor KTM dan Husaberg selain itu menyediakan peralatan adventure merek Klim dan lainnya. Kunjungi aja situsnya dibawah ini ya

 

Rudy Poa

He is the man behind Indonesia team. Ambisi para pereli lintas negara asal Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa, terus berlanjut. Rudy Poa yang cukup konsisten untuk ikut berkompetisi, tahun ini mengambil posisi sebagai manajer tim. Bukan tanpa alasan, Ia memutuskan menjadi pemain di belakang layar untuk mencapai target besarnya.

Menurut pereli yang lama hidup di Amerika itu, bahwa Ia mengambil langkah sebagai manajer tim, karena ada target untuk meraih hasil lebih baik. Mengingat dari tahun ke tahun, prestasi yang mereka torehkan di balap lintas negara cukup baik.

2018

2017

2016

Thailand– Jeerasak Suwanpeuch – Nissan

JEERASAK SUWANPEUCH adalah seorang pembalap AXCR yang mengendarai Nissan Navara. Pengelola Car for life ini dengan didampingi oleh ARKARACHAT TREEHIRUN dan juga SOMKIAT SUKSAMRET mengendarai Nissan Navara.

Dia adalah seorang pengusaha yang mempunyai hobby offroader dan tester mobil di Thailand.

Karena kendala bahasa maka saya agak kesulitan mencari data tentang beliau.  Sedikit informasi tentang keikut sertaannya di AXCR. Jeerasak bisa merangsek masuk keurutan 7 klasemen umum dengan Nissan Navaranya. Pehobby petualangan ini juga beberapa bulan lalu naik mobil sampai ke NordKapp Nordic.

Congratulation Jeerasak Suwanpeuch….

 

Untuk info AXCR ini anda bisa menghubungi Wijaya Kusuma Subroto di +62811802633.

Pict by : Fred M Krijsman