KYB dan Tim JAOS ikut serta dalam Rally Asia Cross Country

KYB Corporation mensponsori Tim JAOS yang berpartisipasi dalam Asia Cross Country Rally (AXCR) pada bulan Agustus 2018 lalu.

AXCR dimulai pada tahun 1996 dan telah menjadi reli bersertifikat FIA sejak tahun 2001. Ini adalah acara reli lintas negara terbesar di Asia dan dikenal sebagai “Paris-Dakar of the East”. AXCR mencakup sejumlah rally dengan jenis mengemudi kendaraan, sepeda motor, sepeda quad, sidecars, dan 4×4, dengan sebagian besar cabang balapini termasuk kelas bensin, diesel.

Kendaraan Team JAOS adalah Toyota Double Cab HILUX REVO (Revo / Toyota: Hilux) 2.8 G. Kendaraan akan dikendarai dengan peredam kejut KYB yang dirancang khusus.

Ada dua driver untuk kendaraan. Pertama, Tomonori Noto, 30 tahun, yang memulai balapan pada usia 10 tahun. Sejak itu ia telah membalap, dan bergabung dengan tim JAOS pada tahun 2015. Kedua, Kazuhiro Tanaka, 40 tahun, yang lulus dari jurusan teknik mesin. Pada tahun 2001 ia mulai bekerja untuk KYB, dan pada tahun 2015 ia bergabung dengan kru layanan JAOS untuk mendukung tim di AXCR. Pada 2017 ia menjadi co-driver untuk JAOS.

AXCR 2018 dimulai di Thailand dan berakhir di Kamboja, melalui Siem Reap, tempat wisata paling populer di Kamboja. Reli sepanjang 2.200 km tersebar di antara enam kaki dan merupakan tes keterampilan mengemudi dan navigasi, ketahanan dan kerja tim, serta persiapan, daya tahan dan ketangguhan kendaraan penggerak 4 roda.

KYB telah bermitra dengan Tim JAOS selama beberapa tahun terakhir kemitraan mereka berharap untuk membangun hasil sebelumnya, dengan penyelesaian terbaik hingga saat ini di tempat ke-5. Anda dapat mengikuti perkembangan mereka di saluran media sosial KYB selama perlombaan.

.

VONG KIM HOUT

Cambodian Driver

5 Kali ikut serta AXCR

Pembalap dari Cambodia ini sudah 5 kali ikut AXCR, pemilik bengkel VKH di Phnomphen ini juga mempunyai toko aksesoris untuk umum. Awal karirnya dimulai dari tahun 2014 dimana dia bertindak sebagai navigator ho sittikun, Pembalap kenamaaan yang berasal dari Cambodia.

Walaupun bukan pembalap pabrikan tetapi team Kara Cambodia ini mampu bersaing dengan pembalap papan atas.  Rekan satu teamnya Ho Sittikun bahkan menjuarai kelas T1G. Sementara Vong Kim Hout berada di posisi 15 Umum pada tahun 2018 ini

The TACOMA FIGHTER

Pembalap papan atas ini sangat mencintai keluarga, bahkan pada acara penutupan anaknya diajak serta.  Pribadi yang bersahaja berbanding terbalk dengan wajahnya yang sangar. 

He is a good guy. Team Kara pada akhir lomba membagikan stiker dan gantungan kunci kepada seluruh peserta AXCR. Menunjukan arti persahabatan. Walau dilintasan bersaing tetapi di luar balapan semua bersahabat.

 

KARA TEAM
CAMBODIA

The Best Experience Ever

"Never Give Up Until You Reach Your Destiny"
VONG KIM HOUT
CAMBODIA RACER

Memen Harianto



MEMEN HARIANTO

Pembalap fighter

Ya, dia pantang menyerah.  Melawan team pabrikan tidaklah mudah. Tapi dia tunjukan semangat pantang menyerah dengan mobil tua tetapi bisa bersaing dengan pembalap papan atas dari seluruh dunia

“Ini dia biodata singkat Memen Harianto.”

Nama : Memen Harianto Handphone : +6287775424003, +628119835532 Email address : mmn.jeep@gmail.com // mmn.jeep@yahoo.co.uk Formal Education : Teknik Survey Pemetaan, Sumatra Barat. Skill & Qualification : - Land Surveyor - Jeep repairs and modification specialist - Racer/Offroader Professional Experiences : - 1998 – 2000, PT Graha Wali Pratama, Surveyor - 2000 – 2003, Divido Auto Repair, Technician - 2003 - to date, MMN Jeep Works, Owner
MEMEN HARIANTO

indonesia bangga

Memen Harianto, pria umur 40 tahun berasal dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Seorang pemilik workshop yang menangani modifikasi kendaraan 4×4 jenis Jeep di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. Aktif di organisasi otomotif sebagai ketua departemen olahraga PP IOF (Indonesia Offroad Federation), club otomotif 4×4 dan menggeluti dunia offroad sejak tahun 1999. Memiliki hobby offroad dan traveling. Penggiat bengkel yang sangat kreatif dan juga pembalap yang tidak pernah menyerah.

 Organization Career :

2007  :  Pendiri Bintaro 4X4 Community

2008-2012  :   Ketua Umum Bintaro 4×4 Community

2012-2013  :   Komisi Speed Offroad Ikatan Motor Indonesia (IMI),

2013  :   Off-road Racing National Championship, Deputy to Championship Leader

2014 -2018  :   Ketua Departemen Olahraga, Pengurus Pusat Indonesia Offroad Federation (IOF)

achievement

2015, 1st winner of Round 1, American Jeep Agility Contest, Jeep Station Indonesia, Bogor (Driver)

2016, Banten Offroad Bank BJB Off-road Team. Achievement:

– 2nd Winner of Round 3, Off-road Racing National Championship, IMI, G41 Class (Driver)

– 1st Winner of Round 4, Off-road Racing National Championship, IMI, G41 Class (Driver)

-1st Winner of Round 5, Off-road Racing National Championship, IMI, G41 Class (Driver)

2017, Banten Offroad Bank BJB Off-road Team. Achievement:

-Participant of Round 1, Off-road Racing National Championship, IMI, G11 Class (Driver)

-Participant of Round 2, Off-road Racing National Championship, IMI, G11 Class (Driver)

-Participant of Round 3, Off-road Racing National Championship, IMI, G11 Class (Driver)

2017, Furukawa Battery Indonesia Rally Team: 16th position (Co-Driver)

2018, JNE Furukawa Battery Indonesia Rally Team, 7th position T1G Class (Driver)

SPONSOR Are Most Welcome

Tanpa bantuan sponsor kami tentu bukan siapa siapa  dukungan luar biasa sponsor akan mempermudahkan kami bertanding diluar negeri.

Ikuo Hanawa – Toyota Team Factory

TEAM GEOLANDER.  Mr. Ikuo Hanawa berpartisipasi dalam di Asian Cross-Country Rally 2018 yang dimulai  dipataya 12 Agustus 2018 hingga 18 Agustus.  Dia mecoba dikelas T1G dengan mengendarai Toyota Hilux REVO dan T1-G  adalah kelas mobil komersial kelas mesin bensin . 

Hirokazu Hiromichi ( RALLY STREAM) adalah navigator. Di SS 1 itu adalah awal yang baik dimana SS1, Ikuo Hanawa leading di kelas bensin dan berada diurutan ke 4 pada posisi umum.  

Tetapi memasuki hari kedua Iko Hanawa dirundung masalah dengan kerusakan mesin. Dia masih mencoba menyelidiki penyebabnya sambil terus memperbaiki penyebabnya dia mencoba mengejar ketertinggalan di Leg 3.  Nasib sial juga menimpanya karena Leg 4 dibatalkan oleh Tentara Kerajaan Cambodia. Tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki peringkat karena Leg 5 track sempit dan berlumpur sehingga tidak bisa mengembangkan kecepatan. Sedangkan SS 5 jaraknya hanya seratus KM saja.

Dia hanya mampu menduduki urutan 8 T1G, Itu selesai pada posisi ke 20 secara keseluruhan. 

Tentang Ikuo Hanawa, saya menyempatkan diri berbincang dengan dia tentang modifikasi mobil dan persiapan yang dia lakukan untuk AXCR ini. Dia sampaikan bahwa untuk membangun mobil habis sebanyak 35000 USD atau 4.5 Milyar. Wow bukan biaya yang murah, suspensi dia mengandalkan King suspension dengan engine Toyota Revo yang sudah diupgrade. Sistem Transmisi menggunakan sequential gearbox dengan constant mesh sehingga perpindahan gigi bisa cepat dan tidak kehilangan waktu 

Ikuo Hanawa sendiri adalah pembalap Baja 1000 yang sudah ikut sebanyak 40 kali. Dia juga pernah mengecap pertandingan Pikes Peak International Hill Climb pada tahun 2011. Kemudian SCORE Baja 1000 pada tahun 2016. Hanawa finish diurutan 3 pada class 7.

Hanawa san. coba lagi tahun depan di axcr ya…

Jaras Jaengkamolkulcha – Thailand

Jaras Jaengkamolkulcha

Jaras Jaengkamolkulchai ini adalah permbalap dari Toyota Team Cross Country Thailand.  Pembalap supertruck ini sudah mengikuti segala macam pertandingan crosscountry, supertruck series baik di Thailand maupun di mancanegara.

Tahun ini dia berada diposisi dua setelah Nataphon dari Isuzu Team.

Team yang di dukung oleh TRD ini membuktikan bahwa Toyota adalah team yang tangguh dan tidak mudah di taklukan. Service crew yang lumayan banyak sangat mendukung kendaraan agar tetapi siap berkompetisi. Ini pulalah yang membuat team Toyota bisa menggondol posisi 2 klasemen umum.

Ingin tahu lebih detail tentang Toyota Team Thailand ? Kunjungi FB nya ya

(sumber foto TRD Asia)

Satoshi Takeno

Small beat Fast

Mobilnya kecil dan pengalaman saya dulu,  Suzuki Jimny selalu
luput dari pemberitaan. Mungkin karena kendaraanya kecil
selalu dipandang sebelah mata oleh lawan lawannya. Tetapi
terbukti team kami Suzuki Sport Indonesia dan kancil offroad
team dimana saya bergabung tahun 1991-1996 bisa mengalahkan
team papan atas pada kejuaraan offroad speed Puspita Saguci
500 dan SODA Offroad Racing.
Sejarah juga membuktikan bahwa Kenjiro Shinozuka dengan
navigatornya Eiji Chiba pada tahun 2015 juara 2 umum dan juara
1 kelas bensin.

Ditahun 2018 Kenjiro Absen, Team Suzuki Japan diwakili Garage
Monchi yang dipimpin oleh Satoshi Takeno. 3 Suzuki Jimny ikut
serta dalam kejuaraan ini. 1 Satoshi Takeno, 2. Kou Hamaguchi
dan 3. Sinichi Morita. Team yang jauh dari hiruk pikuk dan
mekanik yang jumlahnya sedikit. tetapi bisa membuktikan bahwa
team Suzuki tidak bisa dipandang sebelah mata.

Satoshi Takeno ini adalah pemilik Garage Monchi, pemimpin pasukan Bushido dengan team yang sederhana. Tetapi bisa melawan team besar. Sallutt.

Satoshi Takeno tinggal di kota kecil Yokkaichi Prefektur Mie, ya tempat ini tempat pembalap besar dilahirkan. Kalau anda dengar Suzuka sirkut nah letaknya sama di Prefektur Mie dan hanya 12 km saja dari Yokkaichi.

Orangnya ramah dan mau berbagi, saya beberapa kali diskusi dengan dia tentang bagaimana membangun mobil yang tangguh. 

Thanks Satoshi San. See you in 2019.