Toyota akhirnya membuktikan ucapannya jadi Juara Dakar

NASSER AL ATIYAH

Menoreh sejarah ! Dengan Toyota, Al-Attiyah meraih gelar Dakar Rally ke-3

Pembalap Toyota, Nasser al-Attiyah, meraih gelar Dakar Rally ketiganya pada hari Kamis dengan bantal 46 menit mengungguli Nani Roma yang berada di posisi kedua pada akhir reli terdasyat di dunia, Dakar Rally. Al-Attiyah memiliki cukup banyak waktu didepan untuk mengambil posisi aman pada etape ke-10 yang berakhir di  lima dan start di Pisco, ia hanya diurutan ke 12 di belakang Carlos Sainz. Namun ini cukup mengamankan posisinya sebagai Juara Dakar 2019.

Sementara itu mantan juara reli dunia sembilan kali Prancis Sebastien Loeb harus cukup puas dengan menempati posisi ketiga dalam keseluruhan klasemen, dia berada hampir dua jam di belakang Qatari yang sebelumya pernah meraih kemenangan Dakar sebelumnya yang terjadi pada 2011 dan 2015 dengan kendaraan yang berbeda dimana 2011 menggunakan VW dan 2015 menggunakan X Raid Mini. 

“Ini adalah impian saya untuk memenangkan Dakar untuk ketiga kalinya,” komentar Al-Attiyah. “Kami juga memberikan kemenangan bagi Toyota untuk pertama kalinya dalam sejarah. Saya yakin Toyota Jepang tentunya akan bangga akan hal ini.  “sekarang kami menempatkan Toyota di tempat pertama, saya yakin kami akan kembal ke Dakar dengan dukungan penuh untuk tiga, empat tahun mendatang ” kata Al-Attiyah.

“Tim kami menggunakan kendaraan pribadi dan kami kami bukan team produsen [tim Pabrikan]; kami adalah tim pribadi dengan sedikit dukungan dari Gazoo Racing. Namun dengan hasil ini maka kami yakin bahwa Toyota akan datang dengan tim pabrikan resmi untuk Dakar.”

 

Sementara dikelas KTM tampaknya masih belum terkalahkan walau di etape awal memulainya dari bawah tetapi team Honda ricky Brabec dan Yamaha membuat kesalahan yang membuatnya keluar dari perlombaan,  KTM tidak membuat kesalahan dan ini yang membuatnya memenangkan pertandingan dan Toby Price merebut podium pertama untuk kedua kalinya dan ke 18 kali secara berturut turut untuk KTM,  Price awalnya dianggap kurang kompetitif karena cedera lengannya namun dia bisa membuktika bahwa dia adalah yang terbaik.

Hasil Lomba

1 Price Toby 3 AUS Red KTM KTT Rally Factory Team 33: 57’16 

2 WALKNER Matthias 1 AUT Red KTM KTT Rally Factory Team + 09’13 
3 SUNDERLAND Sam 14 GBR Red KTT KTM Rally Factory Team + 13’34 
4 QUINTANILLA Pablo 6 CHI Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing + 20’46 
5 SHORT Andrew 29 USA Rockstar Energy Husqvarna Factory Racing + 44’10 
6 DE SOULTRAIT Xavier 18 FRA Yamalube Yamaha Rally Team Resmi + 54’00 
7 CORNEJO José Ignacio 10 CHI Monster Energy Honda Team + 01: 08’06 
8 BENAVIDA Luciano 77 ARG Tim Pabrik KTM Reli Banteng Merah +01: 09’10 
9 MENA Oriol 7 SPA Tim Reli Olahraga Motor Pahlawan + 02’08’41 
10 NOSIGLIA Daniel 28 BOL Honda Argentina – Tim MEC +02: 31’53
12 BENAVIDA Tim Kevin 47 ARG Monster Energy Honda + 03’41’14

Giniel de Villiers Pimpin Dakar dan Loeb menang Stage 2

Giniel de Villiers pimpin Dakar dan Loeb menang Stage 2

Sebastian Loeb

Motorsport Australia

DAKAR.COM

VIDEO

San Juan de Marcona – Pembalap Prancis Sebastien Loeb  memperoleh kemenangan pada tahap kedua Reli Dakar melaju melintasi bukit pasir yang menantang pada hari Selasa, karena saingan utama Stephane Peterhansel dan Nasser Al-Attiyah mengalami masalah di belakang.  Juara reli dunia sembilan kali Loeb, mengendarai Peugeot pribadinya sebagai privateer setelah keputusan pabrikan mobil Prancis untuk mundur dari Dakar, Dia menahan mobil Mini Nani Roma pada kilometer terakhir dari babak kedua dari sepuluh tahapan antara Pisco dan San Juan de Marcona dan unggul delapan detik.

“Hari ini semuanya sesuai dengan harapan dan kami merasa sangat senang,” kata Loeb yang naik ke posisi kelima secara keseluruhan pada pukul 1:56.

“Itu adalah tahap yang sulit, Anda perlu tahu kapan harus menyerang dan kapan harus memainkannya dengan benar. Kami tidak membuat banyak waktu pada akhirnya.”  ” Namu kami punya strategi yang tepat. Kami berlomba dengan istimewa dan tidak membuat kesalahan,” kata pembalap 44 tahun itu, yang melihat banyak pesaingnya banyak menderita masalah teknis atau taktis.

Pembalap Belanda, Bernhard ten Brinke, dengan mengendarai Toyota, berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 1:20, sementara pembalap Afrika Selatan Giniel de Villiers berada di urutan keempat dan mengambil puncak klasemen dengan delapan tahapan tersisa.

Pembalap Prancis Peterhansel, yang telah memenangkan Dakar enam kali dengan sepeda motor dan tujuh kali dalam mobil, membayar harganya setelah Mini nya kandas selama 20 menit di bukit pasir, dan akhirnya menyelesaikan 15 menit di belakang Loeb.

“Saya terjebak dalam gundukan pasir dan jika bukan karena Cyril (Despres, sesama warga Prancis dan sopir Mini) menarik kami dengan tali, saya masih akan terjebak di sana,” canda Peterhansel setelah itu.

“Sebenarnya kami memiliki banyak masalah mulai dari gigi, wiper tidak bekerja dan AC rusak, jadi itu adalah hari yang menegangkan.”

Rekan setimnya  Peterhansel Attiyah, pemenang Dakar pada 2011 dan 2015, tidak menunjukan gigi seperti saat Etape pertama dan hanya bisa finis di urutan ke 11, dengan catatan waktu 7:37.

Pembalap Spanyol Joan Barreda dari Honda berada di urutan ketiga di bagian sepeda motor untuk tetap memimpin dalam klasemen keseluruhan karena juara bertahan Matthias Walkner dari KTM mengalahkan pembalap Amerika Honda Ricky Brabec dengan selisih 22 detik.

Pada hari Rabu, maka rute akan mengarakhan pengemudi melewati jalur special state sepanjang 331 km, terutama di bukit pasir lagi, antara San Juan de Marcona dan Arequipa.

Honda berjaya di Etape Pertama

Honda Memimpin Etape Pertama

Pembalap Spanyol Joan Barreda Bort telah memuncaki Tahap 1 dari Reli Dakar 2019 dengan perjalanan mengesankan dari Lima ke Pisco.  Pembalap pabrik Honda menempuh 84km dari panggung khusus yang berjalan di 57: 36 dan tercepat untuk masing-masing dari tiga titik arah.  Pablo Quintanilla adalah yang terbaik dari yang lain di masing-masing dari tiga titik jalan dan Chili adalah 1: 34 di belakang di pabriknya Husqvarna.  Ricky Brabec (Honda, Amerika) dan Adrien van Beveren (Yamaha, Prancis) sama-sama berada di bawah tiga menit.

Tiga pemenang terakhir dari Dakar mengikuti Sam Sunderland (KTM, Inggris) kelima, Toby Price (KTM) keenam setelah berada di urutan ketiga terakhir, dan Matthias Walkner (KTM, Austria) ketujuh.

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Toyota Gazoo menunjukan giginya di etape 1

NASSER AL-ATTIYAH LEAD DAY 1

Pembalap Toyota Gazoo Racing Afrika Selatan Nasser Al-Attiyah memuncaki tahap pembukaan Reli Dakar 2019 di Peru.


DAKAR UPDATE DAY (1)

Dakar 2019, Tahap 1: Al-Attiyah menetapkan langkah awal

 

Nasser Al Attiyah  melaju kencang di kedua bukit pasir di belakang Sainz sebelum menyalib Mini Buggy dari Spanyol dengan jarak sekitar 15 kilometer.

Pengemudi Toyota memimpin 1m59s  untuk start paling depan ke tahap kedua besok.

Sementara Sainz menyatakan bahwa dia lebih bahagia berada belakang Al-Attiyah besok, Sainz mengatakan hari pertama didepan membuktikan betapa sulitnya pembalap menghadapi  gundukan dan Toyota HiLux akan mengalahkan dengan kecepatan tanpa kesalahan.

“mengikuti yang didepan dan mengikuti jalurnya akan lebih mudah, jadi kami tahu apa yang akan kami temukan,” kata Sainz. 

DAKAR-D1-GORDIN
DAKAR-D1-MINI
DAKAR-D1-BAUMMEL AND NASSIR



More info

Dakar dimulai tanggal 6 Januari 2019

541 Perally dan 334 kendaraan memulainya hari ini

541 perally dengan 334 kendaraan —137 sepeda motor, 26 quads, 130 mobil (termasuk 30 S × S) dan 41 truk — telah memulai Dakar edisi ke-41 setelah dilakukan pengawasan teknis dan administrasi (scrutineering). Sebelum dimulainya balapan,para  pembalap dan kru mendapatkan ceremony start dari para penggemar dalam upacara podium di Lima. Perayaan berlangsung di pantai Magdalena, di mana lebih dari 100.000 pengunjung berbondong-bondong hadir untuk menikmati kegiatan di Feria Dakar selama tiga hari. Babak pertama akan dimulai besok dengan jarak 84 km penuh pasir di wilayah Pisco. 

Para pembalap Dakar telah menghabiskan waktu berbulan-bulan berfokus pada tujuan mereka ikut dalam Dakar Rally ini.  Namun, beberapa hari terakhir sebelum balapan adalah waktu yang ideal untuk duduk dan bersantai sebelum memulai balapan yang Gila ini. Stéphane Peterhansel, misalnya, mengambil kesempatan untuk liburan romantis di Machu Picchu bersama istrinya, Andrea, yang akan berlomba secara berdampingan dalam comeback Dakar-nya.  Nasser Al-Attiyah, lain lagi, dia memulai petualangan gastronomi kulinernya dan bahkan belajar membuat ceviche dengan salah satu koki paling terkenal di Lima. Sébastien Loeb, yang selalu mencari suntikan adrenalin, mengakhiri latihannya dengan tantangan di kemudi Peugeot 3008-nya … berhadap-hadapan dengan pesawat terbang.  Namun sudah tiba saatnya bagi semua orang untuk mempersiapkan diri. Duel seru akan terjadi antara Mini dan Toyota, Dengan juara reli dunia sembilan kali dan Peugeot-nya yang mencoba memancing di peruntungan, Dia berlomba di kelas privateer. Ia juga menjadi bahan pembicaraan di kota itu di Pangkalan Udara Las Palmas. 

Sementara di kelas motor,  KTM team mempersiapkan motornya. Terutama Toby Price, yang masih merasa “sedikit sakit” setelah mematahkan scaphold  kanannya saat berlatih beberapa minggu lalu. Pembalap Australia yang juara untuk tahun 2016 harus memainkan kartunya dalam rangka KTM memperpanjang dominasinya dalam reli Dakar ini, bersama dengan Sam Sunderland dan Matthias Walkner. Ancaman datang dari Yamaha the Blue Color bike, yang dipimpin ole Adrien Van Beveren dipandang sebagai saingan utama KTM. “Saya melihatnya sebagai sesuatu yang positif, kanya.” Ini yang telah saya upayakan, untuk mencoba dan menang. Jika orang berpikir saya memiliki apa yang diperlukan, itu berarti saya tepat di tempat yang saya inginkan. ” Logikanya yang sempurna membawa harapan bagi Yamaha, yang juga menurunkan pebalap seperti Xavier de Soultrait dan Franco Caimi. 

Balapan dimulai hari ini !

Ssangyong akan bersaing di 2019 Dakar Rally

Ssangyong rexton kurang dikenal karena cerita tentang olahraga motornya. Yang pasti mengapa Ssangyong ingin ikut berpartisipasi dalam rally paling melelahkan diduia ini untuk menunjukan kepada dunia dan kita bahwa SSangyong bukan lagi mobil ecek ecek. 

Tanggal 6 Januari 2019, Ssangyong akan bertanding di Reli Dakar yang kedua kalinya. Even yang mengambil tempat di Peru di benua Amerika Selatan, ini akan melalui 10 etape dengan total jarak sekitar 5.000 km, sebagian besar off-road, dengan 3.000 km Touring stages.. Tahun lalu tim rookie berada diposisi ke-32 secara keseluruhan. 

Sementara mobil tahun lalu dinamai crossover Tivoli buatan Korea, tahun ini adalah Rexton SUV. Rexton adalah produksi Ssangyong yang terbaik. Namun popularitasnya perlu di uji di event Dakar ini . Rexton ikut serta dikelas T1-3 dengan mobil berpenggerak roda belakang, kendaraan bertenaga bensin, V8 daya pacu 450bhp yang dipasang di tengah, dan gearbox berurutan enam kecepatan. 0-62 membutuhkan waktu 4,4 detik, dan kecepatan tertinggi 122mph.  Mobil itu dirancang dan dirakit di Spanyol dan menggunakan gaya model buggy dune dengan model yang diambil dari SUV yang dijual di Eropa dan di tempat lain. Mobil ini memiliki berat di bawah 1.900 kg karena dipasang pada sasis multi-tubular yang terbuat dari chrome-molybdenum. Untuk ntuk Kompetisi tahun 2019, SsangYong Rexton DKR akan dikemudikan oleh pembalap Spanyol Oscar Fuertes dan Diego Vallejo. Keduanya adalah pasangan yang sama yang mengendarai mobil balap berbasis  Ssangyong Tivoli  di edisi terakhir Reli Dakar.

 

Dakar 2019 – Gordini Hummer dijual

Gordon Kembali ke Dakar Tapi kok Gordini dijual ?

Penulis iseng browsing mencari info tentang keikutsertaan Robby Gordon. info yang terakhir dia akan ikut dengan mobil yang lebih kecil yakni textron xx  pantesan Gordini dijualnya. Memang Robby Gordon tidak pernah mencapai puncak tertinggi dengan menggunakan Gordini ini.  Prestasi terbaiknya di dakar adalah urutan 3 dengan menggunakan Hummer di tahun 2019.  Nah pengen tau tentang Gordini ikuti ceritanya ibawah ini

Play Video

Apa sih kehebatan Gordini

Mobil yang ringan

Dakar/Rally Raid racecar, Robby Gordon Motorsports Gordini. 
Kendaraan yang ringan dan terbuat dari carbon light sealed cab. 

Drivetrain; 
LS7 Dakar Spec Engine with restrictor 
Albins 6 speed sequential 
Light Weight Fly Wheels 
Tube Works Housing 
10.5 Ring Pinion turned down Ring Gear 
300m Axles 
Air Inflation Hubs at front & rear 
Turning brake 

Electronics

ELECTRONICS: 

Complete Motec system-ecu’s, color displays, pdm’s, keypads, wiring harness 
Fully electronic on-board air inflation system, through Motec, Steering wheel controlled settings 
Shift without lift 
Air Conditioning 
Dual Batteries 
Dual Alternators 

COOLING: 
3 Ron Davis Radiators 
Transmission cooler 
Oil Coolers 
Fuel Coolers 

Gimana Suspensinya

Suspension 
FRONT 20″ Travel 
4 stage By-Pass RG King Design 
King 2″ 2 stage Coilover 
REAR Travel 26″ 
KING 2″ 2 Stage Coilover 
RG / KING 3″ Bypass 4 stage 

4 Wheel 14″ Heat Treated Disc Brakes 
14″ Custom Brakes with very High Temp seals 
Custom Wide 5 Rotor hats 
Wilwood pedal box and bias adjuster 
17″ RG KMC Wide 5 pattern wheels due to weight 
37″ Toyo Race Tires 
Hydraulic Lifting Jacks with custom extending legs 

INTERIOR: 
Carbon Seats and Custom Interior 
Full Cab AC 
2 Rugged HD Intercomns 
Carbon / Leather Dash 
Fireproof FIA Carpet 
Safecraft Fire System 
Custom Fire EXT in Doors 
Windshield Wipers 

LIGHTING: 
LED Lights 
Custom LED Eye Brow 
Led Rear Wing Brake Lights 

MISC: 
Dual carbon fuel cells with fuel transfer system 
Complete street legal kit; Headlights, brake lights, turn signals 

Mobil ini terletak di Charlotte, North Carolina at Robby Gordon Motorsports.  kalau tertarik siapin duit  1.25 juta USD atau  18.125 M , please call 1-704-949-1255 to schedule an appointment. 

IOF Team Meneruskan Pencarian Korban Tsunami

IOF MELANJUTKAN MISI PENCARIAN DI TANJUNG LESUNG

Dana Karya,  Offroader, Car Builder DSS Suspension adalah salah satu korban tsunami yang terjadi di Tanjung Lesung. Founder dan Keluarga besar IOF menaruh rasa Simpati dan Turut Berduka Cita sedalamnya kepada Dana Karya yang kehilangan sebagian keluarga dan ibunya dalam musibah ini. Ibunya sudah ditemukan dalam keadaan wafat tanggal 26 Desember 2018 lalu dan sudah di kebumikan di TPU Jeruk purut pada hari yang sama sore / malam harinya,

Team IOF masih disana diantaranya Rizky, Hari Sanusi, Gadjah Kristanto, Moko Karsono, Herry Lutfy Thaeb, Arman Sulaeman, Handito, Risnaldo Leboy, Acong dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Selain melakukan pencarian team IOF juga menyelamatkan kendaraan, barang barang milik korban yang tercecer. 

Malam Ini  27/12/09  Iwan Stratocaster dan Vicci Fratalaya, akan membawa perangkat drone dan TV  set untuk pencarian melalui udara untuk daerah yang tidak bisa di jangkau. 

Buat pembaca yang mendapatkan informasi sekecil apapun mohon kiranya dapat  menginformasikan ke Rizky di 0811977515 yang sekarang ada di Tanjung Lesung.

Mari kita doakan agar Ibunda  Danesa Yusar segera dapat diketemukan.

 

Indonesia Berduka – Tokoh Offroad Indonesia terkena Tsunami di Tanjung Lesung

Indonesia Berduka, tanpa ada pertanda tiba tiba Tsunami  datang dan menelan korban sebanyak 430 orang (26/12/2018) dan masih bisa bertambah lagi. IOF segera menerjunkan team Rescue untuk menjalankan misi kemanusiaan. Tahap pertama Risnaldo Leboy dan Acong berangkat duluan ke lokasi Kasvana Beach Resort tempat dimana  Dana Karya berada disitu dan menjadi saksi korban Tsunami.  Tahap Berikutnya Hary Sanusi dan putranya Reza berangkat pula kesana, ke Dusun Jaha, Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

“posko utama IOF didirikan di Jalan raya Anyer tempat Sesepuh IOF Banten berada   mas Suklas. 

Mas Dana Karya, Indonesia Top Offroad Car Builder menjadi salah satu korban Tsunami. Beliau menceritakan kepada kami bagaimana air datang secara tiba tiba menghantam Villa Kasvana yang ditinggalinya setinggi 8 Meter lebih. Air datang begitu tiba tiba menghantam keluarganya dan dia terhanyut sekitar 3.5 km ke laut.  Dengan berpegangan sisa sisa kayu yang mengambang Dana pada malam hari berusaha menggapai pantai dengan berpedoman pada mercu suar tanjung lesung, satu satunya tanda lampu yang masih hidup. Dengan susah payah mas Dana menggapai pantai dengan batu karang yang membuat kakinya terluka.  Dengan susah payah setelah melewati karang akhirya Dana dapat mencapai pantai dan ditolong masyarakat, Saat ini beliau ada di RS Medistra ruang ICU. Hingga saat ini Istri Dana masih belum ditemukan. Bagi masyarakat yang mempunyai info sekecil apapun mohon di informasi kan ke keluarganya.

 

Kami turut berduka cita sedalam dalamnya atas musibah yang terjadi dan semoga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan yang wafat semoga diberikan pintu surga seluas luasnya.

Amin

 

Dana Karya di ICU RS Medistra Gatot Subroto
Founder IOF Hary Sanusi di Tanjung Lesung
VILLA Sebelum Kejadian
Villa Dana Karya Setelah Kejadian Tsunami

Robby Kembali ke Dakar 2019 dengan Textron Speed

Charlotte, NC (11 Desember 2018) – Seperti yang di lansir di laman stadium supertruck,  Robby Gordon dan Tim SPEED akan kembali ke Reli Dakar 2019 dengan  tiga  kendaraan SPEED Edition Textron Off-Road XX dan bersaing dalam kategori mobil. Tim SPEED disponsori oleh Toyo Tyres, King Off-Road Racing Shocks & SPEED Energy Drink.

Gordon akan mengemudikan SPEED Energy / Toyo Ban / SPEED Edition Textron XX berwarna merah muda.  Selain Gordon,bergabung  pula dengan Tim SPEED dalam debut Reli Dakar pertama mereka, pembalap muda SUPER Truck yang masih muda, Blade Hildebrand dan Cole Potts.

Xavier Gavory, Direktur Reli Dakar, berkomentar berikut setelah mengetahui Gordon kembali bersama Tim SPEED di 2019.  “Reli Dakar sangat antusias untuk menyambut kembali Robby Gordon, pesaing Amerika paling terkenal dalam sejarahnya. Legenda Dakar dengan gaya mengemudi dan kecakapannya yang agresif, Gordon dan Tim SPEED akan menjadi salah satu tim yang harus diawasi dalam edisi 2019, kompetitif dan siap bertempur dengan team papan atas,  100% Peru, 100% Dakar. ”

Ketiga kendaraan balap akan berlomba menggunakan ban Toyo Open Country M / T, yang akan mendukung kinerja Off-Road secara maksimum dan daya tahan yang diperlukan untuk bersaing dalam 10-Tahapan;  sejauh 3.107 mil (5.000 KM) melalui pasir ekstrim Peru.

Gordon, penggemar favorit Dakar, tidak asing dengan event ini dan akan memulai start ke 13 nya di reli bersejarah. Sejak keikutannya di Dakar Rally pada tahun 2005, Gordon telah berhasil memenangkan 17 tahapan (SS)  dan 5 kali  posisi sepuluh besar. Gordon menjadi orang Amerika pertama dalam sejarah Dakar yang meraih kemenangan di panggung, bahkan sebagai manufaktur.

Yang menjadi navigator Gordon di kokpit SPEED Energy / Toyo Tyres / SPEED Edition Textron XX adalah navigator Dakar 4-kali, Kellon Walch.  “Kellon telah menjadi navigator saya untuk tiga dari empat Dakar terakhir saya. Saya benar-benar bermaksud datang ke Peru untuk bersaing, dan tidak ada orang yang lebih baik di kursi mavigator selain Kellon. Komunikasi di dalam mobil dan keterampilan mekanik antara kami berdua selama bertahun-tahun memungkinkan saya untuk memiliki kepercayaan untuk berkonsentrasi pada mengemudi, “kata Gordon.

Untuk pertama kalinya sejak 2010, Tim SPEED akan memasukkan dua mobil balap tambahan di Rally dengan pembalap Super Truk SUPER Blade Hildebrand dan Cole Potts mengendarai SPEED Edition Textron XX mereka.

 “DAKAR, Ya itu nyata! Ini adalah balapan yang saya ikuti sepanjang hidup saya, dan untuk mewakili Tim SPEED dan AMERIKA di tingkat internasional, bersaing melawan pembalap off-road terbaik dunia dalam perlombaan paling melelahkan yang dikenal manusia. Sungguh kehormatan  bagi saya ! Untuk bermitra dengan King Shocks, Toyo Tyres, dan mentor saya Robby Gordon, saya beuntung bisa berguru dengan Gordon dan dia adalah orang yang tepat, dan saya siap untuk tantangan ini. ”Komentar Hildebrand tentang pengalaman Dakar.

Jonah Street, seorang veteran sepeda motor yang telah berkompetisi dalam enam edisi sebelumnya Dakar (2006-2012), akan menavigasi Dakar keduanya, duduk di sisi Hildebrand.

Cole Potts, yang juga berkompetisi di Seri Truk SUPER Stadion, adalah pembalap muda berbakat yang mengklaim kemenangan hanya dalam balapan SST keduanya musim ini, mendorong masuknya SST HallmarkTrust.com.

Potts yang bersemangat berkomentar tentang Reli Dakar.

“Memiliki kesempatan unik ini untuk berpartisipasi dalam Reli Dakar 2019, dengan Tim SPEED dan Robby Gordon dalam Edisi SPEED Textron XX adalah kehormatan mutlak. Setelah menguasai balapan offroad Amerika Utara yang paling sulit, saya sangat tertarik untuk melihat bagaimana Dakar dibandingkan dengan event mereka di Amerika. Dengan kesempatan untuk bersaing di Dakar di negara Peru adalah kesempatan yang menarik. Karena kami akan mampu mengatasi beberapa bukit pasir terberat di dunia dan menyaksikan beberapa medan yang menantang. ”

Max Eddy, seorang pembalap motor kawakan, telah mengklaim kemenangan di Baja 1000 dan Vegas ke Reno, akan menavigasi untuk Potts.

“Cole telah terbukti menjadi pesaing yang sangat baik tahun ini di seri Truk SUPER dan juga di padang pasir dengan Trophy Truck. Saya yakin Cole akan dapat menyesuaikan diri dengan XX, dan tentu saja berharap mendapatkan posisi yang terhormat di setiap Tahap. ”Kata Eddy.

Dimulai pada tanggal 6 Januari di Lima, Peru, para pebalap akan berkumpul di depan lebih dari seratus ribu penggemar di balap dunia untuk upacara pembukaan Dakar.

Ikuti pencarian podium Amerika di Reli Dakar 2019 untuk Tim SPEED melalui pewaktuan dan skor langsung di Dakar.com, pembaruan di http://www.SpeedEnergy.com, http://www.stadiumsupertrucks.com, dan http : //www.planetrobby.com.

Halaman Instagram dari RobbyGordon, SSuperTrucks, dan SpeedSXS juga akan diperbarui setiap hari dengan konten tentang mereka.

NBC Sports Network akan mengabarkan berita televisi harian, dan wawancara reli, mulai 7 Januari pukul 7:00 PM dam menampilkan driver dan navigator Tim SPEED.

Reli Dakar 2019 didukungan dari mitra-mitra besar berikut; Textron Off-Road, Ban Toyo, KING Off-Road Racing, SPEED Energy, KMC Wheels, SPEEDSXS.com VP Racing Fuels, DeVilbiss, Hawk Performance, DAMPAK, Keselamatan Mastercraft, Produk Ron Davis Racing, Lincoln Electric, Torchmate oleh Lincoln Electric , Techni Waterjet, Eibach Springs, Rugged Radio, Loctite, Race Case Design, dan semua kerja keras dari staf di Team SPEED.

Sumber : stadiumsupertruck.com

disarikan oleh Wijaya Kusuma – info@axcr2019.com