Jakkrit Chawtale Jawara Asia Cross Country 2017 siap merebut podium kembali

Jakkrit Chawtale

Local Hero with International result

Tentang Jakkrit Chawtale

Jakkrit Chawtale pria kelahiran 1 November 1982, ini adalah pemilik JC Dirt Shop yang terletak di Ban Sattahip, Chon Buri, Thailand Dirt Bike shop yang menyediakan perlengkapan offroad road dua yang cukup lengkap. Oleh karena itu tak heran Jakkrit punya pengalaman yang cukup dibidang olah raga offroad roda dua.  Jakkrit mempunyai reputasi yang cukup baik. Tahun lalu (2018) Jakkrit sempat memimpin Leg 1 namun puncak klasemen terpaksa diserahkan ke Yoshio Ikemachi dari Jepang, sang veteran Dakar Rally.  Ini adalah salah satu aksi balas dendam karena tahun 2017 Jakkrit lah yang menjadi juara umumnya

Bagaimana prestasinya

Sederetan gelar juara di genggamnya, Tentu prestasi gemilang diperolehnya tidak dengan cara yang mudah. Berlatih dan berlatih adalah kunci suksesnya bahkan dia bertanding ke negara tetangga Khmer untuk latih tanding sebelum berlaga di AXCR. Ini adalah sederet prestasi Jakkrit Chawtale : 

  •  2018 Asia Cross Country Rally : 3rd position
  • 2018 Khmer Rally Raid : Champion
  • 2017 FMSCT Champion Awards
  • 2017 Khmer Rally Raid : Champion 
  • 2017 Asia Cross Country Rally : Champion
  • 2016 FMSCT Champion Awards 
  • 2016 Asia Cross Country Rally : Champion
  • 2016 Thailand Cross Country : 2nd position
  • 2015 Asia Cross Country Rally : 4th position
  • 2014 PRE-Moto Rally Thailand Championship : Champion 

Siap merebut podium axcr 2019

Jakkrit Chawtale menyatakan kesiapannya untuk merebut kembali juara umum di tahun 2019 ini. Dia akan mempersiapkan senjata baru untu bertanding di Asia Cross Country Rally 2019 yang tahun ini lintasannya mengarah ke Myanmar.  

Tentang Jakkrit Chawtale

"Jakkrit adalah pembalap yang pantang menyerah, saya salut sdengan kegigihannya dia"
Rudi Poa
Pembalap Indonesia

Ayo anda ikutan AXCR 2019 !!!

KENAPA JAYA TERTARIK IKUT AXCR

WIJAYA KUSUMA S

Memberikan makna dan arti kehidupan

Sepulangnya  kembali dari Phnomphen…Wijaya Kusuma S (Jaya begitu biasa dia dipanggil) mengutarakan minatnya ikut serta. Event dunia ini dikuti oleh peserta dari  11 Negara, dan Indonesia sudah ikut serta selama 4 tahun berturut turut. Jaya kali ini mengutarakan niatnya turun gunung ikut menantang ganasnya “Asia Cross Country Rally 2019“. Pria berkacamata ini akan didampingi oleh Navigator Loddy Natasha yang sudah dua kali ikut dalam AXCR ini, Rally kali ini sedikit lebih jauh dimana kalau sebelumnya berjarak 2000-2400 KM, maka kali ini atara 2600-3000 km dengan jarak balik antara Yangoon ke Pattaya sejauh 1050 Km. Namun hal ini masih dalam konfirmasi yang akan di umumkan resmi pada awal Februari nanti oleh Tadayuki Sasa sang Organizer. Mau di Myanmar atau di Cambodia tidak menjadi masalah, karena karakter medan yang mirip. 

Ikut event ini tidak lah mudah, karena mencari sponsor di saat seperti ini dimana kontestasi politik pemilihan umum dan pilpres sangatlah. Oleh karena itu Jaya tidak mau berspekulasi dalam membangun Suzuki Jimny Widenya. Dia pun terbang ke Osaka ketemu dengan Satoshi Takeno pemiik bengkel ternama di Yokaichi yang sangat paham tentang Suzuki. Semua pembalap Suzuki Jimny memodifikasi mobilnya disini. Jaya memulainya dari perkuatan kaki kaki, penggantian as roda dengan yang heavy duty adalah sangat penting. Kemudian pemilihan gigi yang tepat juga sangat menentukan. Modifikasi engine sempat menjadi masalah, namun dengan datangnya part yang dibeli dari Suzuki Motors Jepang membuat upgrade mesin menjadi mudah. 

Jaya, panggilan akrab Wijaya Kusuma, ini adalah Pendiri IOF yang gatal kakinya setelah melihat pembalap AXCR justru di dominasi oleh pembalap senior, sebut saja Kenjiro Shinozuka legendaris Dakar dan WRC dari Jepang ini sudah berumur 71 tahun dan masih terlihat di AXCR 2017. Kemudian  Ikuo Hanawa yang berumur kepala 5 lebih. juga mempunyai pengalaman rally Baja. Sedangkan di motor ada Fukumura yang umurnya sekitar 60 tahunan dan bahkan juara pertama Yoshio Ikemachi yang sudah kepala 5.  Jaya sendiri sudah tidak aktif lagi di dunia offroad semenjak tahun 2006. Masih terihat terlibat di acara offroad tarkam pada tahun 2010 tetapi tidak lagi ikut dalam kompetisi. Tentunya waktu 1 tahun persiapan ini dimanfaatkan benar benar dengan mempersiapkan mobil yang kuat (walaupun secara daya kuda jimny adalah underdog). setelah selesai proses pengecatan maka pemasangan mesin segera dilakukan dan diharapkan pada Januari 2019 akhir sudah bisa di test.  Senior Adviser Yoyok Soebadi akan mencoba mobil ini sebagai test driver sebelum mobil ini digunakan untuk berlomba nanti.

Motivasi Jaya mengikuti ajang reli yang terganas ini dengan satu tujuan adalah membawa nama bangsa Indonesia di kancah rally dunia, sekaligus ingin memberikan semangat, serta motivasi bagi kalangan muda Indonesia, khususnya para penggemar sport dan adventure.  Wijaya yang berprofesi sebagai Profesional di Media ini akan ditemani oleh Iwan Kurniawan, sebagai team manajer dan Yasin Fadilah sebagai chief Mechanic nya.

Soal target, Jaya dan Loddy hanya menargetkan bisa finish di setiap etape. “Kami tak ingin muluk-muluk menjadi juara dunia, namun kami cukup punya target bisa finish di setiap etape. Kalau menang itu namanya Bonus, karena tujuan kami adalah membawa nama Indonesia. Tentunya dengan ikut serta maka diharapkan nama Indonesia bisa dikenal dunia dalam dunia Internasional utamanya otomotif,” ungkap Jaya. 

Ia sempat katakan bahwa perjalanan Rally AXCR tidak lah mudah, untuk membangun Mobil itu sendiri Jaya menghabiskan biaya sendiri dengan jumlah mencapai 600 Juta, belom termasuk kirim mobil dan biaya pendaftaran disana yang memakan biaya sekitar 400 Juta rupiah. Nah, oleh karena itu dukungan sangat diharapkan agar Jaya dan Loddy sukses menjalani Rally AXCR yang akan digelar di Thailand dan Myanmar. 

Yuk, ikuti terus beritanya dengan tombol sebelah kanan bawah ini untuk anda subscribed. supaya anda tidak ketinggalan berita.

Kou Hamaguchi – Japan Driver

GARAGE MONCHI

Kou Hamaguchi

Pembalap yang tinggal di Yokaichi Mie Prefectur ini memulai debut karir otomotifnya dari tahun 1986. Pria pengusaha bidang konstruksi ini juga mempunyai bisnis yang berkaitan dengan IT diantaranya System Development GPS dan Security System. Disamping itu beliau mengembangkan system yang berkaitan dengan Production Management System. Kou Hamaguchi mengutarakan niatnya untuk bermitra dengan rekan rekan di Indonesia. Kou Hamaguchi satu team dengan Satoshi Takeno dan Sinichi Morita namun Shiniichi Morita tinggal cukup jauh sehingga tidak bisa bergabung dengan kami saat kami berkunjung ke Yokaichi.
Salah satu impiannya adalah membangun sekolah School Construction yang bisa dikembangkan di Indonesia

Kou Hamaguchi

Memulai debutnya pada tahun 1986 pasa mini bike race series. Kemudian ikut serta pada Mini Cooper series dan juga menduduki peringkat 3 T1G dalam AXCR 2017. Namun kurang beruntung ditahun 2018 karena kendala pada gearbox.

Track Record

Diatas Ini adalah penjelasan tentang track record Kou Hamaguchi yang sudah menggeluti dunia otomotif sejak tahun 1986. Pria ramah ini ikut hadir saat kami datang ke bengkel Garage Monchi di Yokaichi. Kamipun makan malam dengan dia sampai akhirnya tengah malam kami kembali ke Osaka.

Enjoy professional Team

Tahun depan kami menjajaki untuk menjadi satu team dengan mereka dan Kou Hamaguchi menyatakan akan ikut serta dalam event ini. Semoga saja terjadi kerjasama Jepang dan Indonesia

Some of the companies that support garage monchi team

PARA PEMINAT AXCR 2019

laman ini adalah laman tentang para penggemar otomotif yang menyatakan minatnya untuk ikut serta dalam AXCR nanti. Kami tentunya berharap dukungan para sponsor agar team Indonesia mudah melangkahkan kakinya berlaga di kancah internasional. Mereka sudah mencicipi asam garam dunia offroad tanah air. Saatnya mereka menjajal peruntungan di negeri tetangga. Indonesia bangga mengirimkan wakilnya berlaga di kancah internasional. Siapa saja mereka ?

INDONESIA 1 - SUZUKI JIMNY WIDE

WIjaya Kusuma S

pilot

Petualang yang gemar naik motor ke manca negara, dulunya hobby rally dan offroad sempat mencicipi sprint dan rally kemudian mencoba berkiprah di SODA dan SCORE offroad racing serta Saguci 500 dengan Suzuki pada tahun 1990-1996 berlanjut lagi di 1999-2006  Namun sudah lebih dari 8 tahun berhenti offroad.  AXCR membuatnya ingin bernostalgia dan come back  setelah melihat Kenjiro yang berumur 70 tahun masih ikut serta.

Lody Natasha

co pilot

Pehobby Jeep ini sudah dua kali ikut serta dalam kegiatan AXCR ini. Setelah sebelumnya menjadi Pilot dengan mengendarai D max pada tahun 2017  tahun 2018 menjadi navigator Memen Linggau dan tahun 2019 akan menjadi Navigator Wijaya Kusuma S. Berperawakan cantik dan pintar membaca peta serta tripmaster membuat “Jaya”mantap mengajak pemilik toko bunga JFlo ini 

 

Iwan Kurniawan

idn (1) team manager

Penggiat Fotografi yang sangat suka offroad. Pria berjiwa seni ini selalu rapi dalam mempersiapkan sesuatu. Ini yang membuat saya jatuh hati mempercayakan kepada dirinya untuk mempersiapkan pertandingan di Thailand. Orang yang pendiam dan tenang ini juga membuat saya lebih tenang dalam mempersiapkan pertandingan.

INDONESIA 2 - JEEP CHEROKEE

Memen Harianto

Pembalap yang pantang menyerah dan selalu finish di AXCR. Ini adalah kali kedua yang bersangkutan ikut serta dalam AXCR. Pemilik bengkel MMN JeepWork di bilangan Bintaro ini juga mengerjakan sendiri kendaraaan yang digunakan Lomba. Memen Harianto, pria umur 40 tahun berasal dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan. Seorang pemilik workshop yang menangani modifikasi kendaraan 4×4 jenis Jeep di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. Aktif di organisasi otomotif sebagai ketua departemen olahraga PP IOF (Indonesia Offroad Federation), club otomotif 4×4 dan menggeluti dunia offroad sejak tahun 1999. Memiliki hobby offroad dan traveling. Penggiat bengkel yang sangat kreatif dan juga pembalap yang tidak pernah menyerah.

Rimrim Rimhalmsyah

Navigator yang serba bisa. Justru mempunyai latar belakang legal dimana dia berkerja sebagai legal advisor disebuah bank terkemuka di Indonesia. Memandu jalannya pertandingan kepada navigator. Berperawakan tenang membuat Memen menjadi lebih terkontrol dalam membawa kendaraannya. 

Pria dengan tinggi sekitar 180 cm ini adalah pria ramah yang sangat mengerti tentang kendaraan Jeep.  Offroad adalah daerah dagingnya sebagai hobby yang menyenangkan bagi Rimrim. Tahun 2019 akan mempersiapkan senjata baru untuk bertanding. Tunggu kiprahnya ya

TBC : INDONESIA 3 - JEEP CHEROKEE

Herry Luthfi Thaeb

Mantan pembalap motocross yang serbabisa ini berencana ikut serta dalam AXCR.  Pehobby petualang dengan kendaraan motor ini juga sudah berkelana ke mancanegara menggunakan motor. Nah kali ini dia mempersiapkan Mobil Cherokee tinggal kendala sponsor saja. Semoga ada sponsor yang siap membantu kemudahan saya untuk membela tanah air Indonesia

Haji Arif Suryono

Pengusaha Konstruksi, Karoseri Truck, Rumah Sakit dan Sekolah ini sebenarnya luar biasa sibuknya, Tapi 4X4 dan motor adalah penyaluran hobby nya. Pernah pula membawa bendera Citilink. Team independen ini terdiri dari Bawawi, H Arif Suryono dan Heri Luthfy Thaeb yang merupakan langganan juara di kelasnya.

Tahun ini beliau sedang mempertimbangkan untuk ikut serta. Semoga saja jadi ikutan ya.

MORE TO COME. AYO YANG MAU IKUT ? KAMI SIAP MEMFASILITASI. WAIT FOR THE UPDATE REGULARLY