0Shares

LEG 4 batal dan gas langsung ke Hpa An

Kami masih berkutat dengan kerusakan yang terjadi.  Matinya mobil saat start membuat kami harus bekerja ekstra untuk mencari tahu penyebabnya. Kami coba lakukan engine scan dan banyak error code yang keluar. Namun kami tidak mengetahui bagian mana yang mengakibatkan tidak hidupnya mobil  Tengah malam kami dibantu oleh Mashahiro Michihata san kemudian Abe san bahu membahu mencoba dimulai dari fuel pump dibongkar, tangki dan saluran bensin.   Setelah ganti fuel pump mobil hidup tapi sebentar, ah Galau banget…mobil nggak hidup sampe pagi hari. Tadinya saya memutuskan untuk balik saja ke Pattaya dari pada repot di border.

August 14, 2019, kami rembukan dengan team Indonesia yakni Memen Harianto dan Rimhalmsyah. Dia terus menyemangati kami untuk sampai finish. Memen menyampaikan kita harus bersama, satu untuk semua. Tadinya saya sudah mulai kendur bangkit kembali semangatnya.  Saya mikir kalau masuk border dan mobil rusak pasti akan repot sehingga tadinya saya pikir akan memperbaiki kendaraan di Maesot aja. Kalau berhasil terus kalau nggak balik

Rombongan besar sudah melewati border pada jam 10.00 akhirnya mobil saya di tarik oleh Memen sampai border, Ngantri di border cukup lama karena sekitar 500 an orang secara bersamaan masuk ke Myanmar. Terjadi antrean yang cukup panjang. Sebagian peserta Passportnya sudah diberi

kan kepada panitia pada malam harinya. Sehingga yang sudah memberikan passportnya kepanitia pada hari sebelumnya tinggal ngecap disisi Thailand dan pemeriksaan mobil saja. Sedangkan disisi Myanmar sudah di cap sehingga tinggal tancap gas. 

Memen menarik mobil saya hingga border Myawaddy. Setelah nyeberang kami dapat kabar bahwa Leg 4 di Batalkan. Wah kesempatan buat saya untuk memperbaiki kendaraan. Memen dan Fiddoh berusaha memperbaiki mobil. Dugaan awal adalah fuel pump, Ternyata setelah di ganti baru masih juga begitu. AKhirnya selang diperiksa dan ternyata ditemukan penyakitnya yakni fuel pressure jebol. WIjaya Kusuma berusaha untuk mencari partnya dengan keliling kota Myawaddy, Kebetulan disitu terdapat banyak Junk Yard.  Setelah memutar sekitar 1 jam akhirnya saya mendapatkan partnya.  Kami coba pasang dan ternyata barang yang dibeli ternyata juga rusak. Maklum barang junk yard yang dibeli.  

 

Memen dan Fidoh berusaha keras menghidupkan mobil WIjaya Kusuma, Akhirnya setelah mengetahui fuel pressurenya maka selang bensin baliknya dikecilin dan dipasang insulock diujungnya. Salut sama dua orang ini ilmu MC Gyvernya luar biasa. AKhirnya jam 5 sore kami bergerak menuju Hpa Ann. Jaraknya hanya 150 KM tetapi menuju Hpa An melalui lokasi banjir yang cukup parah.  Prediksi normal hanya 5 jam tetapi saya yakin akan lebih lama. Kami beriringan jalan dan dari border sejarak 30 KM jalan mulus. Hari mulai gelap, matahari sudah menghilang, kami mulai merayap di kegelapan mendaki bukit di Hpa An. Gerimis menyelimuti dan lambat laun mobil service tertinggal cukup jauh. Saya kontak melalui radio sudah mulai timbul tenggelam suaranya.  Radio kami bisa menjangkau 15 KM karena menggunakan Rig to Rig.  Karena tertinggal jauh ditengah perjalanan kami berhenti sambil makan malam. Terdengar suara panggilan Rig sayup sayup , Informasinya mobilnya tersangkut di lobang. Saya putuskan balik, sementara Memen dan Service Carnya tetap maju menuju Hpa An. Sekitar 20 KM kami ketemu mobil service. Ternyata mobilnya kandas dan harus di bantu truck untuk menariknya. Setelah kami bertemu kamu beriringan menuju Hpa An dan kami dampingi terus karena kami kuatir mobil service kembali kejeblos. Kami tiba di Hpa An tengah malam dan ternyata Panitia berpikir kami tidak melanjutkan sehingga kami tidak mendapatkan kamar untuk tidur, Ampunnnnn.

Setelah tiba di hotel Supir Service Car kami menginformasikan bahwa Panitia sudah menyampaikan agar kami balik ke thailand karena selain jalanan berbahaya juga banjir yang cukup tinggi. Namun Supir kami tidak menginformasikan kekami  sehingga Panitia menggunakan kamar yang seharusnya kamar kami dan  mekanik kami tidak kebagian kamar. Terpaksa team mekanik tidur di Mobil semua.

Bersambung…

WhatsApp chat