Kota Menawan di Myanmar, Taungoo dan Naypydaw

ROAD TO ASIA CROSS COUNTRY RALLY

Asia Cross Country Rally melintasi Myanmar

Asia Cross Country Rally yang finish di Myanmar ini akan berlangsung selama 6 hari di mulai dari Pattaya di Thailand pada tanggal 10 Agustus 2019 dan finish di Naypiydaw di Burma atau Myanmar. 

Leg pertama akan Nakorn Nayok  kemudian lanjut ke LEG-2 Nakorn Nayok to Kamphaeng Phet.  Masih di Thailand  dan pada Leg 3 yang start di Kamphaeng Phet akan melewati Mae Sot kota perbatasan Thailand dan Myanmar.  Sebelum masuk ke wilayah Myanmar.

Ya Myanmar adalah negara yang exotic dan tumbuh berkembang. Negara yang kental dengan piramid dan kuil yang tersebar di pelosok negeri.

Sebagai pusat pemerintahan Myanmar, Naypyidaw adalah pusat pemerintahan dimana disini terdapat  Istana Presiden, tempat tinggal resmi para menteri  Kabinet MyanmarNaypyidaw terkenal karena kombinasi yang tidak biasa dari ukuran besar dan kepadatan populasi yang sangat rendah.  Bahkan ada beberapa orang menjulukinya sebagai Ghost City, karena sepinya.

Myanmar menjadi kota yang menarik dikunjungi selama event ini dan rute tahun ini 2200 km dengan contour pegunungan yang terletak di daerah  Maeping. Sampai saat ini kami juga belum mengetahui rute yang akan kami lewati tetapi terbayang sudah bagaimana pemandangan indah dan jalan pegunungan akan kami tempuh nantinya.

 

Apa saja yang terjadi saat Rally AXCR

Apa saja yang terjadi saat rally berlangsung

 

Berikut adalah tulisan singkat mengenai apa yang dilakukan peserta dan tim pendukungnya selama mengikuti AXCR. Rally dilakukan selama 6 hari, dan setiap harinya disebut dengan Leg1, Leg2 dst hingga Leg6. Sedangkan untuk 3 hari sebelum rally kita sebut saja dengan Leg0, Leg-1 dan Leg-2.

Leg-2 dan Leg-1, peserta dari LN semua sudah terlihat hadir untuk mempersiapkan kendaraannya. Biasanya mereka langsung daftar ulang baik untuk peserta, tim servis, manajer dan media. Pendaftar akan mendapatkan paket berupa booklet, kaos, stiker untuk dipasang di kendaraan, dan souvernir. Semua akan dicek kembali passport dan bukti pelunasan pendaftarannya. Khusus pereli, akan dicek surat-surat kendaraannya, dalam hal ini BPKB dan STNK dan jangan lupa international license dari perwakilan FIA masing-masing negara. Untuk yang BPKB dan STNKnya sudah bilingual, sudah lengkap. Untuk yang masih dalam Bahasa Indonesia, siapkan terjemahan dari Penerjemah Tersumpah. Yang tidak kalah penting adalah ambil posisi pedok. Sambil melepas kangen, semua sibuk membongkar containernya. Waktunya untuk merakit kendaraan, stel sana sini, pasang stiker dan tentunya test drive.

Leg0 (biasanya hari Minggu), sejak pagi akan dimulai dengan scrutineering. Siang akan dimulai briefing untuk peserta dan tim servis, serta (secara terpisah) untuk media. Briefing sudah mulai membahas track yang akan dilalui esok hari. Pastikan kita mendapatkan route book untuk perjalanan Leg1. Saat briefing, Clerk of the course (COC) dan Director akan menginformasikan hal2 yang harus diperhatikan, termasuk jika ada perubahan route. Sore hingga malam dilanjutkan dengan opening ceremony. Opening ceremony dapat diawali dengan konvoi atau tidak. Yang pasti, masing2 peserta akan diundang ke podium start untuk di-announce yang sekaligus menjadi lokasi foto yang ditunggu. Peserta dari Thailand biasanya baru terlihat di hari ini.

Leg1 (biasanya hari Senin). Sejak dini hari terlihat peserta sudah mulai bersiap2 dan menyelesaikan sarapannya. Sempatkan mengecek apakah ada bulletin, siapa tahu ada info terbaru utamanya perubahan route book. Sekitar jam 07.00 peserta motor sudah mulai dilepas sesuai nomor startnya. Jangan lupa, sebelum start mintalah kartu control, untuk pencatatan hasil perjalanan selama Leg1, sekaligus mengetahui jam berapa tepatnya kita akan melakukan start, berapa target time-nya, berapa maximum time-nya. Jeda antar motor 1 menit. Dari motor terakhir ke peserta mobil pertama jedanya 1 jam, dan selanjutnya jeda antar mobil dapat 1 atau 2 menit, bergantung keputusan panitia. Perjalanan tahap 1 biasanya akan melalui road section (RS) menuju tempat start Selective Stage (SS). Sesampainya di SS, kita kembali mengantri memasuki SS. Start kembali sesuai nomor start, dengan jeda seperti yang dijelaskan di atas. Di tengah2 SS, peserta akan memasuki garis finish SS1 dan lanjut ke Service Area untuk perbaikan, isi bahan bakar serta makan dan minum. Setelah selesai, lanjut kembali menunju SS2. Waktunya sejak finish SS1, Service Area hingga lapor SS2 adalah 20 menit. Lebih dari itu akan dikenakan penalty waktu. Selesai SS dilanjutkan perjalanan menuju hotel untuk persiapan esok hari. Malamnya jam 19.00 makan malam bersama, dilanjutkan dengan briefing seperti yang dilakukan kemarin.

Leg2-Leg6. Sama dengan Leg1.

Khusus pada Leg6, setelah menyelesaikan RS2 biasanya langsung dilakukan closing ceremony sesuai urutan hasil akhir lomba. Malamnya akan dilanjutkan dengan makan makan serta penguman pemenang dan pembagian trofi.

Jika lokasi finish jauh dari tempat start, maka keesokan harinya semua peserta akan dimobilisasi menuju lokasi start untuk kembali mempersiapkan pengiriman pulang kendaraannya.

Untuk merasakan keseluruhan serunya rally ini, tidak ada kata lain selain kata “IKUT”. Saya jadi teringat pesan um Rudy Poa saat pertama kalinya mendampingi timnya di tahun 2017. “Kita harus punya plan, strategi dan manajemen tim yang ok. Gak cukup hanya ngebut saja. Kita mau balapan selama 6 hari”, ujarnya.

Yuk, daftar rame-rame mewakili Indonesia di pentas internasional.

— (rim)

Pembagian Kelas Dalam AXCR

Apa aja kelasnya

Pembagian kelas dalam AXCR

AXCR adalah cross country rally yang diselenggarakan bersama oleh 2 organizer, yaitu Ortev Thailand dan R1 Jepang.

Hingga tahun 2018, baru terdapat kelas motor, sidecar atau sespan, dan mobil.

Merk motor didominasi oleh Husqvarna dan KTM, di samping merk lainnya seperti Honda dan Yamaha. Sedangkan untuk sidecar semua peserta menggunakan Ural buatan Rusia. Untuk mobil sendiri didominasi oleh Isuzu dan Toyota, di samping merk lainnya seperti Suzuki, Mitsubishi, Jeep dan SsangYong.

Seluruh peserta di kelas motor digabung seluruhnya ke dalam nomor perorangan. Namun demikian, gabungan beberapa peserta bisa saja mendaftar tambahan untuk nomor team. Selain itu, khusus peserta wanita akan diberikan juga trofi khusus.

Untuk peserta mobil akan dibagi ke dalam 4 kelas, yaitu T1G (mobil bensin full modifikasi), T1D (mobil diesel full modifikasi), T2G (mobil bensin homologasi), dan T2D (mobil diesel homologasi). Peserta terbanyak ada di kelas T1G dan T1D. Untuk homologasi hanya terlihat di kelas T2D, yang hanya diikuti sekitar 3 peserta dan seluruhnya menggunakan Isuzu Dmax. Sedikitnya peserta homologasi ini bisa dimengerti karena tidak semua pabrikan mau merelakan produknya disertifikasi oleh FIA untuk bisa mengikuti kelas khusus dalam kompetisi otomotif, yang bisa diduga biayanya tidak kecil.

Di kelas mobil, driver dapat didampingi 1 co-driver, bisa juga dengan 1 lagi extra co-driver, yang berbeda biaya pendaftarannya. Khusus peserta dengan driver dan co-driver yang seluruhnya wanita akan diberikan juga trofi khusus.

Selain mengacu pada regulasi yang diberlakukan oleh induk organisasi olahraga otomotif di negara-negara yang dilalui peserta, untuk mobil juga mengacu pada sanksi Fédération Internationale de l’Automobile (FIA). Tidak heran jika beberapa peralatan untuk mobil seperti jok, seatbelt, dan tanki, serta racing gears seperti helm dan racing suit; memiliki syarat FIA homologation. Untuk motor, sejak tahun 2018 tidak lagi mengacu pada Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM).

Nah, untuk teman-teman yang tertarik dengan AXCR atau apa itu cross country rally, gak ada salahnya mulai diintip regulasinya. Klik saja disini  .

— (rim)

Biaya Pertandingan

Biaya partisipasi - MOTOR

Memang biaya pertandingan tidaklah murah namun tidak ada kata tidak mungkin. Saatnya dari sekarang anda mempersiapkan diri. Proposal dibuat, sponsor di cari, penggalangan dana dilakukan.

Nah berapa sih biaya yang harus dikeluarkan. Ini prakiraan rincian biayanya. Mungkin bisa kurang namun bisa jadi lebih

Motor bisa sharing dan bisa ditekan biayanya.

Prediction will be around 40 Juta Rupiah

Note : Prakiraan biaya diatas adalah prakiraan bisa lebih dan bisa kurang

TATA WAKTU PERSIAPAN AXCR

Now - Jan. 28, 2019 Sosialiasi event

Jan. 29, 2019 Sharing Session with Satoshi Takeno, Yanagawa and Memen Harianto (mobil) dan Rudi Poa (Motor) lokasi Moto Village Kemang (TBC). Navigasi juga penting oleh karena kami menghadirkan RimRim dan Lodi Natasha yang akan berbagi tentang Navigasi.

Jan. 30, 2019 commitment fee untuk potential competitor. (Feb, Mar,Apr,Mei Installment)

Jun. 10, 2019 Final Payment competitor.

Biaya partisipasi - MOBIL

Tentunya biaya mobil lebih besar lagi. Tetapi seperti saya sampaikan tidak ada kata tidak mungkin sebelum anda mencobanya. Membuat team yang solid, melakukan fund raising, menyambangi produsen pendukung, pabrikan.

Kalau kita lakukan bersama sama pasti kita bisa. 

Team mobil tentu lebih besar lagi karena perlunya mekanik lebih banyak.

*/ Optional and conditional
Updated 10/11/08

Buat para calon peserta maka anda sudah bisa mulai mendaftar dengan memberikan commitment fee Rp.10.000.000,-  (sepuluh juta rupiah)

Tahapan berikutnya adalah anda mempersiapkan diri dari sekarang untuk ikut lomba :

Kami berencana mengadakan press conference and sharing session buat calon peserta pada tanggal 26 Januari 2019 dengan menghadirkan Satoshi Takeno dan Yanagawa, salah satu juara di AXCR, dan Memen Harianto finisher AXCR,  Anda bisa menanyakan langsung kepada para pelaku tentang persiapan eventnya.

 

Hallo para offroader !!!

Siapa saja yang ikut serta

Pembalap dari belahan dunia berdatangan. Ada yang dari Brunei, Jepang, Malaysia, Thailand, Australia, Kamboja, Indonesia, Korea dan masih banyak lagi. Nama nama besar pun bertaburan. Ada Satoshi Takeno , kemudian Ikuo Hanawa juara baja dan jagoan Thailand Natthaphon Angritthanon sang juara bertahan. jagoan kamboja Ho Sithikun dari Kara Team. Mereka sangat cepat dan mengetahui medan karena eventnya dilaksanakan disana. Tentunya tidak ada yang tidak mungkin, persiapan matang dan pengetahuan navigasi yang baik adalah sangat penting.

Siapa saja kompetitornya ? Detailnya anda bisa lihat disini

“Membawa Nama Indonesia di Kancah Internasional”

Wijaya Kusuma Subroto adalah seorang professional yang bekerja di bidang media. Namun kecintaannya pada dunia otomotif yang dimulai dari jaman tahun 1979 dimulai ketika mengikuti Green Sand Rally kemudian beberapa kali ikut sprint rally shark tahun 1984-1988. Kesibukan bekerja membuatnya berhenti ikut kegiatan otomotif dan setelah bekerja di Pertamina beliau aktif lagi didunia otomotif tahun 1990-1996 dan sempat bergabung di team Suzuki Sport Indonesia, Falken Offroad Team Indonesia, kemudian KratingDaeng Offroad Team, terakhir team privater Kancil Offroad dan 4XFUN Offroad team. Sempat vakum dan 1999 bersama sama 14 founder mendirikan IOF wadah dan organisasi para offroader Indonesia. Menggeluti speed offroad lagi di tahun 2000 dengan team 4XFUN dan ikut SODA offroad racing series serta SCORE. Namun tahun 2006 adalah even terakhir yang diikutinya yakni Diplomat Challenge of Indonesia, Karena memutuskan bekerja di Media maka akhirnya berhenti karir otomotif. 3 tahun terakhir membantu Rudy Poa mempromosikan team Asia Cross Country Rally Indonesia. Melihat yang ikut serta ternyata ada Kenjiro Shinozuka yang berumur 70 tahun dan Ikuo Hanawa 58 tahun. Hal ini memicu saya untuk bernostalgia memacu andrenalinnya untuk ikut serta ditahun 2019. Walau saya sudah melewati kepala 5 lebih tetapi rasanya kesempatan AXCR ini sayang kalau dilewatkan. Sekarang saya sedang mempersiapkan mobil, sebagian part akan disiapkan seperti transisi, rebuild engine, import WMD Rally suspension, as roda long field, final gear, suspension fox, jok sparco, rear locker Kaiser, reinforced ladder frame dan gardan. Karena biayanya besar maka pembangunan dilakukan dengan mencicil. Wish Me Luck !!!
Wijaya kusuma subroto

NAMA BESAR DI EVENT AXCR

JAWARA Baja1000 dan Pike Peak hadir diantara jajaran pembalap papan atas. Orangnya humble ramah dan mau berbagi. Sangat cepat tetapi kurang beruntung di AXCR 2018. Hari ketiga mobilnya njebur.

SATOSHI TAKENO

Satoshi Takeno dan team Garage Monchi ikut serta dalam event ini.  3 Jimny ikutan dan ini yang menginspirasi saya memutuskan bergabung tahun 2019.  Satoshi adalah pribadi yang kalem, baik hati walau bahasa Inggrisnya kurang lancar tetapi dia sangat baik berusaha untuk memahami lawan bicaranya.  Semangat bushido ditunjukan mulai dari Leg pertama yang berada dibawah, namun perlahan tapi pasti menaiki peringkat dan akhirnya bisa menjuarai kelas bensin.  Menggunakan mobil suzuki yang kecil yang dipandang sebelah mata, kurang bertenaga tetapi tangguh dan kuat.  Semut diantara gholiath !!!

Natthaphon ANGRITTHANON / Peerapong SOMBUTWONG - Isuzu

Isuzu menunjukan  kekuatan besar “Isuzu D-Max Blue Power” untuk pertama kalinya di “Asia Cross Country Rally 2016”, sebuah kompetisi reli lintas negara. Tim Isuzu mendorong “Isuzu D-Max Blue Power V-Cross 4×4” di perlombaan 2.500 kilometer yang melelahkan yang meliputi Thailand ke Kamboja. Tim pemenang mengalahkan tim reli veteran teratas dari Thailand dan negara lain untuk mengambil bendera kotak-kotak finish flag karena mengklaim setiap kategori kejuaraan: Secara keseluruhan, Modified Diesel Engine (T1D), Mesin Diesel Standar (T2D) dan Kejuaraan tim bersama dengan Ke 3 Secara keseluruhan di kejuaraan internasional bergengsi untuk mobil dan sepeda motor. DItahun 2018 ini kembali D Max menjadi juara tidak terkalahkan 3 tahun berturut turut mengalahkan Toyota Team Factory.

KENJIRO SHINOZUKA

Kenjiro Shinozuka lahir 20 November 1948 di Ōta, Tokyo ) Sejak debutnya pada tahun 1967, keberhasilan yang terbesar telah sebagai pembalap Mitsubishi Motors . Di belakang kemudi Galant VR-4 ia memenangkan Kejuaraan Reli Asia-Pasifik pada tahun 1988 dan mencetak kemenangan berturut-turut di Bandama Rallye Côte d’Ivoire pada tahun 1991 dan 1992, ketika itu adalah putaran Kejuaraan Reli Dunia , membuatnya menjadi pesaing Jepang pertama yang memenangkan ajang WRC.Dia juga mencatat untuk kesuksesannya dalam Rally Dakar , di mana ia menjadi pemenang Jepang pertama dari reli ketahanan paling terkenal di dunia pada tahun 1997 mengendarai Mitsubishi Pajero .

Shinozuka mengundurkan diri dari Mitsubishi pada tahun 2002, tapi muncul di axcr 2015 dan Juara Umum 2 dengan menggunakan Suzuki Jimny kemenangan berlanjut  tahun 2016 diurutan 10 juara 1 T1G dan 2017 diurutan ke 8 namun juara 1 kelas T1G.

He is my inspirations !!!

 

 

Some of our memories

Foto dikanan adalah kumpulan foto yang diambil dari beberapa sumber diantaranya foto pribadi Satoshi Takeno, Sahabat saya dari Jepang, Ikuo Hanawa, teman saya yang tambun  Fred M Krijsman 

KOntak kami

“Saya jadi kecanduan ikut serta AXCR”

Saya sudah 2 kali ikut serta dalam kejuaraan ini. Pertama naik D Max dan kedua saya naik Jeep Cherokee. Asia Cross Country Raly ini adalah event yang sayang untuk dilewatkan dan suasana keakraban dan kekeluargaan dalam event ini membuat kami semua seperti sebuah keluarga.
Lody natasha - racer