291Shares

ASIA Cross Country Rally

Apa itu ?

Rally Asia Cross Country yang umumnya dikenal sebagai “AXCR atau Asian Rally” selalu diadakan pada bulan Agustus setiap tahun dan mulai dari Thailand ke negara lain, rute adalah area pegunungan, hutan, sisi pantai, perkebunan, dengan melalui jalan tarmac dan medan dengan karakteristik kondisi yang berbeda ada jalan tanah gravel hingga jalanan aspal, cuaca tentunya mirip dengan kondisi alam di Asia.

Acara ini dimulai dari tahun 1996 yang diadakan di 8 negara seperti: Kerajaan Thailand, Malaysia, Republik Singapura, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Demokrasi Rakyat Laos, Republik Sosialis Vietnam, Kerajaan Kamboja, dan Republik Persatuan Myanmar.

Pada tahun 2018 ini, rally lintas negara Asia mendapat pengakuan dari Federasi Internasional Automobile (FIA) sama dengan Rally Dakar, dan acara reli lintas negara terbesar di Asia.
Acara ke-23 untuk 2018 akan dimulai dari Pattaya / Thailand pada hari Minggu 12 Agustus dengan rute yang panjang sejauh 2400 km.

Rally ini melalui Aranyaprathet, Briram, kemudian menyeberangi perbatasan Thailand / Kamboja, O-Smach, Kampong Thom, Kampong Cham, berakhir di Phunom Penh / Kamboja.

Untuk tahun ini 2018, Indonesia menerjunkan team yang lebih besar. Setelah ikut secara terus menerus Asia Cross Country Rally mulai dari tahun 2015, dan tahun lalu Indonesia diwakili oleh Rudy Poa dan Kadex Ramayadi . Maka tahun ini, Indonesia diwakili oleh 2 pembalap motor dan 1 team mobil.  Pembalap Motor yang akan turun di woman class adalah Irma  Ferdiana dan  Ayu Windari  asal jember akan turun dalam kelas motor, sedangkan kelas roda 4 diwakili oleh Memen Harianto (Linggau)  didampingi  Rimhalsyah dan Francis Natasha (Lody)sebagai Co Driver.

Pembalap motor Tim yang didukung oleh JNE dan Furukawa BATTERY ini akan mengikuti ajang reli yang ke-23 sejak digelar pertama kali di Malaysia pada tahun 1996.
Berbicara tentang peruntungan, maka tahun 2017,  Team Indonesia dengan bangga mampu bersaing dengan pembalap pembalap kenamaan dari seantero dunia. Tahun lalu Kadex Ramayadi telah menorehkan prestasi yang luar biasa dengan menduduki podium 5 dan beberapa kali menjuarai Special Stage bahkan Team memperoleh peringkat 2 . Sementara, Rudy Poa menempati posisi ke 9. Untuk roda 4 tahun 2017 Indonesia memperoleh special award. Kendaraan dari Thailand yang digunakan oleh tim Indonesia tidak terlalu siap. Sehingga tidak mampu maksimal bersaing. Namun,  kerusakan kendaraan yang mendera tim mobil tahun lalu, tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap menyelesaikan selurus special stage (SS) dan mampu mencapai garis finish.

Bagaimana dengan tahun 2019.   Kami mengajak Duta Bangsa dan para pembalap terbaik Indonesia ikut serta dalam pertandingan ini. 

Perlu 3 peserta dari Indonesia agar kita bisa bikin team sendiri. Baik motor maupun mobil. Kami berharap anda berpartisipasi tahun ini . 

Kami mengundang para Sponsor untuk mendukung Duta Indonesia

Siapa dibelakang event ini

Tadayuki sasa

Adalah orang yang berada di balik layar penyelenggaraan AXCR ini. Beliau adalah pendiri Organizer R1.

Kadex ramayadi

Adalah orang yang berada di balik layar melatih navigasi dan endurance team wanita Indonesia.

RUDI POA

Adalah orang yang berada di belakang layar team Indonesia. Dialah yang mengirim pembalap terbaik Indonesia bertarung di AXCR

ota san furukawa battery

Main sponsor Utama yang membantu team Indonesia ikut serta dalam even ini.

Wijaya Kusuma

Team adviser, pekerja profesional yang menyisihkan waktunya untuk ikut serta mengharumkan nama bangsa dengan membantu dibidang publikasi

m feriadi - jne

Main sponsor Utama yang membantu pendanaan dan pengiriman kendaraan team Indonesia .

Pembalap tahun 2018

Persiapan tim Indonesia JNE-Furukawa Rally Team pada kejuaraan AXCR 2018 di Thailand telah dilakukan. Dengan bantuan dari ekspedisi JNE, kendaraan yang mereka pakai tiba di Thailand dengan lengkap pada Rabu (8/8/2018). Tim racing support baik untuk mobil maupun motor tampak serius mempersiapkan kendaraan.

Jeep Cherokee yang akan dikendarai Memen Harianto, diperiksa ulang oleh para mekanik. Memastikan bahwa kendaraan dalam kondisi prima dengan melakukan beberapa perubahan ringan. Terutama mempersiapkan bagian elektrikal di ruang mesin aman terhadap guyuran air.

Informasi yang diterima, lintasan yang akan dilalui cukup berair karena belakangan ini banyak diguyur hujan terutama di Kamboja. Sisanya adalah proses pemasangan alat Navigasi. Memen Harianto menggunakan Rally Tripmeter “Yoda Arm Rallying Version 3 yang terhubung ke satelit. gitu pula KTM 250 EXC milik Irma Ferdiana dan Husaberg FE250 milik Ayu Windari telah dipersiapkan. Kendaraan yang dikirim dalam bentuk terurai ini, dirakit ulang menjadi sebuah motor utuh. Bahkan kedua Kartini bangsa yaitu Irma dan Ayu terlibat langsung dalam proses perakitannya.

Team ini berhasil menunaikan tugasnya dengan baik. Bahkan duta besar Indonesia untuk Kamboja Sudirman Haseng berkenan menyambut kemenangan team Indonesia dengan mengerahkan warga Indonesia di Kamboja di garis finish. Sungguh mengharukan.

Bapak Dubes bahkan berkenan memberikan piala dan makan malam bersama dengan team Indonesia.

 

Irma ferdina

"Pembalap asal Jember ini baru pertama kali ikut event AXCR. Setelah di gembleng di Bali oleh Kadex Ramayadi maka dia langsung membuktikan menjadi juara di AXCR 2018. Vini Vidi Vici”

Ayu windari

"Juga asal Jember yang sempat membuntuti Mami Masuda pembalap Jepang dan akhirnya harus menyerah kalah dari Irma Ferdina. Bersyukur Ayu masih bisa menempati peringkat 2.”

Memen harianto

"2 kali ikut serta dan kali ini membawa senjatanya sendiri yakni Jeeo Cherokee. Dewi fortuna masih menjauh. Rusak suspensi membuatnya tidak bisa mengembangkan kecepatan. Namun dia masih bisa finish di tempat terhormat”

Rimrim rimhalmsyah

"Berperawakan tenang tapi Galak. Itulah kesan pertama saat melihatnya. Namun tanpa kehadiran Rimrim maka team ini akan kusut”

Lody Natasha

"2 kali kali juga ikut event ini. tapi tahun depan kayaknya akan dibajak oleh WIjaya Kusuma untuk menjadi navigatornya”

WhatsApp chat